Sana: arah yang jauh dari pembicara
Sana adalah kata penunjuk tempat yang menyatakan lokasi jauh dari pembicara dan lawan bicara, berpasangan dengan sini dan situ.
Sana menunjuk tempat yang jauh dari pembicara dan lawan bicara. Bahasa Indonesia punya tiga kata penunjuk tempat: sini yang dekat, situ yang agak jauh, dan sana yang jauh. Cara mudah membedakannya adalah membayangkan jarak.
- Tempat yang jauh. *Di sana ada toko buku.*
- Arah menjauh. *Ia pergi ke sana.*
- Perintah halus (pergi sana). *Sana, mandi dulu!*
- Sebelah lain. *Sebelah sana jalannya macet.*
Bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| di sana | di tempat jauh | Tunggu di sana. |
| ke sana | menuju tempat jauh | Ayo ke sana. |
| dari sana | berasal dari tempat jauh | Dari sana kelihatan. |
| sana-sini | berbagai tempat | Mencari sana-sini. |
| sebelah sana | bagian jauh | Parkir di sebelah sana. |
Contoh dalam kalimat
- Di sana ada warung yang menjual bakso enak.Kalimat penunjuk lokasi; di sana ditulis terpisah.
- Kami ke sana naik angkot.Ke sana menyatakan tujuan; kata sana tetap tidak berubah.
- Cari sana-sini, tetap tidak ketemu.Bentuk ulang sana-sini berarti di berbagai tempat.
Sini, situ, dan sana
Pasangan kata penunjuk tempat: sini (dekat penutur), situ (dekat lawan bicara atau agak jauh), dan sana (jauh dari keduanya). Kata ini ditulis terpisah dari kata depan, jadi *di sana*, *ke sana*, *dari sana*, bukan *disana* atau *kesana*. Dalam percakapan, penutur kadang berkata *sana!* untuk menyuruh seseorang pergi, tetapi ini terdengar kasar bila tidak akrab. Lihat juga tempat dan arah.
Bagaimana menulis di sana?
Dipisah: di sana. Bentuk disana dianggap salah.
Apa beda situ dan sana?
Situ dekat lawan bicara atau berjarak sedang, sana lebih jauh dari keduanya.
Apakah sana bisa berarti pergi?
Dalam percakapan akrab, ya. Misalnya, sana, pergi mandi! Namun ini kurang sopan kepada orang yang lebih tua.