Tuli: kata, identitas, dan cara menyebutnya

Tuli adalah keadaan tidak dapat mendengar sama sekali atau sebagian; kini kata ini juga dipakai sebagai identitas budaya komunitas Tuli.

Tuli menggambarkan keadaan tidak dapat mendengar. Dalam komunitasnya, "Tuli" bukan kekurangan, melainkan identitas budaya dengan bahasa sendiri. Itu sebabnya kata ini kini sering ditulis dengan huruf T kapital ketika merujuk pada orang atau komunitas.

Bentuk dan istilah terkait

BentukArtiContoh
tulitidak dapat mendengarIa tuli sejak lahir.
ketuliankeadaan tuliKetulian bukan halangan.
tunarunguistilah resmi tidak dapat mendengarSiswa tunarungu belajar.
menulikanmembuat tuliBising itu menulikan telinga.
pura-pura tulitak mau mendengarIa pura-pura tuli.

Contoh dalam kalimat

Tuli atau tunarungu?

Dua kata ini hidup berdampingan. Tunarungu adalah istilah resmi dalam dunia pendidikan dan kesehatan, sedangkan Tuli semakin dipilih oleh komunitas itu sendiri. Banyak orang Tuli di Indonesia memakai Bisindo, bahasa isyarat alami yang tumbuh di komunitas, sementara SIBI adalah sistem isyarat yang diajarkan di sekolah. Kedua sistem ini memakai isyarat tangan, ekspresi wajah, dan gerak tubuh. Saat bertemu orang Tuli, bicaralah langsung kepadanya, bukan lewat orang lain, dan jangan menyebut mereka "tuli" dengan nada merendahkan. Pelajari juga isyarat dasar seperti salam dan terima kasih supaya komunikasi lebih mudah, dan ingat bahwa penyebab ketulian berkaitan dengan telinga, saraf, atau bawaan lahir.

Apakah kata tuli kasar?

Tidak, bila dipakai dengan hormat. Banyak orang Tuli bangga memakai kata ini.

Apa itu Bisindo?

Bahasa Isyarat Indonesia, bahasa visual yang tumbuh secara alami dalam komunitas Tuli.

Sumber

WhatsAppXTelegramFacebook

Kata 4 huruf lainnya