Firasat: perasaan yang mendahului kejadian
Firasat adalah perasaan halus atau tanda yang dirasa mendahului suatu kejadian, terutama kejadian yang belum diketahui pasti.
Firasat adalah perasaan yang timbul di hati tentang sesuatu yang akan terjadi, biasanya tanpa dasar yang jelas. Dalam tradisi Arab, kata ini awalnya berarti ketajaman membaca watak seseorang dari tanda-tanda lahiriah, bukan hanya menebak masa depan. Dalam bahasa Indonesia sekarang, firasat paling sering dipakai untuk perasaan yang tidak enak, seperti firasat buruk sebelum bepergian. Kata ini dekat dengan hati dan rasa.
- Perasaan akan terjadi sesuatu. *Aku punya firasat ia akan datang.*
- Tanda yang dirasa lebih dulu. *Firasat ibu ternyata benar.*
- Kemampuan membaca watak. *Pedagang itu berfirasat tajam dalam menilai orang.*
Bentuk kata dan gabungan
| Bentuk | Kata | Contoh |
|---|---|---|
| Kata dasar | firasat | Firasat baik. |
| Aktif | berfirasat | Ia berfirasat buruk. |
| Gabungan | firasat buruk | Firasat buruk menjelang hujan. |
| Gabungan | firasat baik | Firasat baik tentang ujian. |
| Sinonim | pertanda | Pertanda hujan. |
Contoh kalimat
- Sejak pagi aku merasa punya firasat tidak enak.Kalimat yang paling umum.
- Firasat ibunya ternyata benar, anak itu pulang malam ini.Gambaran firasat yang terbukti.
- Ia berfirasat bahwa proyek itu akan berhasil.Bentuk berfirasat lebih resmi.
Firasat, intuisi, dan pertanda
Firasat berasal dari bahasa Arab *firasah* (ูุฑุงุณุฉ). Padanan modernnya adalah intuisi, yaitu kemampuan memahami sesuatu tanpa penalaran panjang. Bedanya, intuisi cenderung ilmiah dan netral, sedangkan firasat membawa nuansa rasa dan kadang kepercayaan tradisional. Pertanda adalah tanda dari luar, misalnya burung berkicau sebelum hujan, sementara firasat adalah rasa dari dalam. Sebagian orang mengaitkan firasat dengan nasib, sedangkan ilmuwan menyebut bahwa otak mungkin menangkap petunjuk kecil tanpa disadari.
Apakah firasat sama dengan intuisi?
Mirip. Firasat lebih kental dengan rasa dan tradisi, intuisi lebih sering dipakai dalam konteks ilmiah dan sehari-hari.
Bolehkah mengambil keputusan berdasarkan firasat?
Firasat boleh menjadi pertimbangan, tetapi sebaiknya dilengkapi dengan data dan pemikiran yang jernih.