Fantasi: angan-angan dan dunia rekaan
Fantasi adalah khayalan atau angan-angan yang bebas dari kenyataan, juga genre cerita dengan unsur sihir dan dunia rekaan.
Fantasi adalah kemampuan pikiran membayangkan hal yang belum atau tidak pernah ada. Fantasi bukan kebohongan, melainkan ruang bermain imajinasi: dari sanalah banyak karya seni, dongeng, dan penemuan bermula. Dalam sastra dan film, fantasi menjadi nama genre dengan sihir, naga, dan dunia rekaan. Di sekolah, anak-anak diminta mengembangkan fantasi lewat menggambar dan menulis cerita.
- Khayalan atau angan-angan. *Fantasi anak itu sangat kaya.*
- Genre cerita. *Novel fantasi itu berlatar kerajaan sihir.*
- Hal yang tidak nyata. *Rencana itu masih sebatas fantasi.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Kata | Contoh |
|---|---|---|
| Kata dasar | fantasi | Dunia fantasi. |
| Sifat | fantastis | Pemandangan yang fantastis. |
| Aktif | berfantasi | Ia suka berfantasi. |
| Gabungan | film fantasi | Film fantasi. |
| Gabungan | fantasi liar | Fantasi liar. |
Contoh kalimat
- Dalam fantasinya, ia menjadi penjelajah angkasa.Makna khayalan pribadi.
- Dia membaca novel fantasi sampai larut malam.Makna genre.
- Harga tiketnya fantastis, jauh dari perkiraan.Fantastis dalam percakapan bisa berarti luar biasa, tidak hanya baik.
Fantasi, fantastis, dan imajinasi
Kata fantasi berasal dari bahasa Yunani *phantasia*, yang berarti penampakan atau kemampuan membayangkan, dan berkerabat dengan kata fenomena. Kata turunannya, fantastis, punya dua rasa: tampak seperti khayalan atau luar biasa besar. Orang bisa berkata gaji yang fantastis untuk jumlah yang sangat besar. Bedakan dari imajinasi, yang lebih menekankan daya membentuk gambaran dalam benak, sedangkan fantasi menekankan hasil bayangannya. Bila menyangkut nyata dan tidak nyata, bandingkan dengan mimpi, tempat pikiran juga menyusun gambaran tanpa hambatan kenyataan.
Apa bedanya fantasi dan fiksi?
Fiksi adalah cerita rekaan secara umum. Fantasi adalah satu jenis fiksi yang memuat unsur ajaib atau dunia rekaan.
Apakah berfantasi itu buruk?
Tidak. Berfantasi membantu kreativitas, selama kita tetap dapat membedakan khayalan dari kenyataan.