Apa arti rasa? Dari lidah sampai perasaan
Rasa adalah tanggapan lidah terhadap makanan, tetapi juga perasaan batin dan pengertian tentang sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sanskerta rasa.
Rasa adalah salah satu kata paling serbaguna dalam bahasa Indonesia. Kamu memakainya untuk soal makanan, hati, bahkan firasat. Satu kata yang sama bisa menjelaskan sup yang asin, hati yang gembira, dan dugaan bahwa hujan akan turun. Wajar jika turunannya banyak sekali.
- Kesan di lidah. *Rasa sambal ini pedas sekali.*
- Perasaan batin. *Ia menyimpan rasa kecewa.*
- Pendapat atau dugaan. *Rasanya kita sudah pernah bertemu.*
- Pertimbangan hati. *Orang itu tidak punya rasa malu.*
Bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| merasa | mengalami atau menduga | Aku merasa lelah. |
| perasaan | apa yang dirasakan hati | Perasaannya sedang campur aduk. |
| terasa | dapat dirasakan | Dinginnya terasa sampai tulang. |
| rasanya | menurut dugaan | Rasanya aku lupa kunci. |
| serasa | seperti, seakan-akan | Serasa mimpi. |
Contoh dalam kalimat
- Bagaimana rasa kue buatan nenek?Pertanyaan umum tentang makanan; jawabannya biasa berupa sifat seperti manis atau gurih.
- Aku merasa tidak enak badan sejak pagi.Pola merasa + keadaan, lazim dalam percakapan sehari-hari.
- Rasanya hari ini lebih panas daripada kemarin.Rasanya di awal kalimat menandakan dugaan pembicara, bukan fakta.
Asal kata dan lima rasa
- Kata rasa diserap dari bahasa Sanskerta *rasa*, yang semula berarti sari atau cairan. Dalam seni India, istilah itu dipakai untuk suasana hati yang ingin dibangkitkan sebuah karya.
- Makanan Indonesia biasanya dibagi menjadi manis, asin, asam, pahit, dan gurih. Gurih sering dianggap rasa khas Asia Tenggara. Ada juga pedas, yang sebenarnya sensasi dari lidah, bukan rasa dalam arti sempit.
- Hati-hati dengan ras (golongan manusia) yang mirip tulisannya tetapi berbeda arti. Untuk soal selera, kamu bisa melihat selera.
Apa beda rasa dan perasaan?
Rasa lebih luas: bisa di lidah atau di hati. Perasaan khusus untuk apa yang dialami batin, misalnya sedih atau senang.
Mana yang benar, merasa atau meraskan?
Bentuk yang benar adalah merasa atau merasakan. Bentuk meraskan tidak ada dalam bahasa baku.
Apakah rasanya sama dengan rasa-rasanya?
Keduanya mengungkapkan dugaan. Rasa-rasanya terdengar lebih ragu dan lazim di percakapan.