Baka: kekal, abadi, dan keturunan
Baka adalah kata dari bahasa Arab yang berarti kekal atau abadi, sering dipasangkan dengan fana, yang berarti sementara.
Kata baka jarang terdengar dalam percakapan, tetapi sering muncul dalam sastra dan pidato. Baka berarti kekal, lawan dari fana yang berarti sementara. Karena itu keduanya hampir selalu muncul sebagai pasangan.
- Kekal atau abadi. *Dunia baka tidak mengenal akhir.*
- Tidak lekang oleh waktu (kiasan). *Karya sastra yang baka dikenang lintas zaman.*
Bentuk kata dan pasangannya
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| baka | kekal | alam baka |
| fana | sementara | dunia fana |
| alam baka | dunia setelah kematian | dalam bahasa agama |
| kekal | tidak berubah | kasih yang kekal |
| abadi | tak berkesudahan | cinta abadi |
Contoh dalam kalimat
- Dunia ini fana, sedangkan alam baka kekal.Pasangan fana dan baka sering dipakai dalam ceramah.
- Pujangga itu meninggalkan karya yang baka.Pemakaian kiasan untuk sesuatu yang tahan zaman.
- Mereka bercita-cita meninggalkan karya yang baka.Sastrawi, bukan percakapan sehari-hari.
Fana dan baka dalam sastra
Pasangan fana dan baka berasal dari bahasa Arab dan sudah lama dipakai dalam sastra Melayu. Fana menyebut yang berlalu, baka menyebut yang tinggal. Dalam puisi lama, penyair menasihati pembacanya agar tidak terlalu terikat pada hal duniawi. Gagasan ini dekat dengan pembicaraan tentang takdir dan surga dalam pandangan agama, yaitu hal yang diyakini tidak berakhir. Dalam pidato kenegaraan atau bahasa agama, orang kadang mengatakan telah kembali ke alam baka. Kalimat itu adalah ungkapan halus untuk menyampaikan kabar duka tanpa menyebut kata meninggal secara langsung.
Apa lawan kata baka?
Lawannya fana, yang berarti sementara dan akan berlalu.
Apakah baka dipakai dalam percakapan sehari-hari?
Jarang. Kata ini lebih sering ditemukan dalam sastra, pidato, atau bahasa agama.