Takdir: ketetapan yang tidak terduga
Takdir adalah ketentuan atau ketetapan Tuhan atas segala sesuatu, yang dalam percakapan sehari-hari juga berarti nasib atau keadaan di luar kendali.
Takdir adalah ketetapan tentang sesuatu yang akan terjadi, menurut kepercayaan berasal dari Tuhan. Dalam percakapan sehari-hari takdir juga dipakai untuk menyebut kejadian yang tak bisa dihindari, baik atau buruk. Kata ini bersaudara dengan nasib, tetapi nuansanya berbeda. Orang sering menyandingkannya dengan usaha, yaitu hal yang masih bisa kita pilih.
- Ketetapan Tuhan atas peristiwa. *Mereka percaya semuanya sudah menjadi takdir.*
- Nasib atau keadaan di luar kendali. *Takdir mempertemukan mereka di kota itu.*
- Apa yang sudah ditentukan (ditakdirkan). *Ia ditakdirkan menjadi guru.*
Kata turunan
| Bentuk | Kelas kata | Arti |
|---|---|---|
| takdir | nomina | ketetapan atau nasib |
| menakdirkan | verba | menentukan nasib |
| ditakdirkan | verba pasif | telah ditentukan |
| takdir baik | gabungan | nasib yang menguntungkan |
| takdir buruk | gabungan | nasib yang merugikan |
Takdir dalam kalimat
- Kita berusaha, lalu menyerahkan hasilnya pada takdir.Ragam santai dan nasihat.
- Ia ditakdirkan menjadi pemimpin yang adil.Bentuk pasif untuk menyatakan sesuatu telah ditentukan.
- Takdir yang baik mempertemukan dua sahabat lama.Ragam sastra dan cerita.
Takdir, nasib, dan usaha
Kata ini berasal dari bahasa Arab *taqdir* 'penentuan', dan ejaan Indonesia menulisnya takdir. Nasib adalah kata lain yang berasal dari bahasa Arab, tetapi berarti bagian atau jatah, sehingga nasib lebih menunjuk pada hasil yang dialami seseorang. Ungkapan *usaha tidak mengkhianati hasil* mengingatkan bahwa kerja keras tetap dianjurkan, walau hasil akhir sering dianggap berada di tangan takdir.
Apa bedanya takdir dan nasib?
Takdir menunjuk ketetapan yang ditentukan lebih dulu. Nasib menunjuk keadaan yang akhirnya dialami seseorang.
Apakah menakdirkan kata baku?
Ya. Menakdirkan berarti menentukan nasib, dan bentuk pasifnya ditakdirkan lebih sering dipakai.