Oke, bukan okay: kata yang diterima di seluruh dunia
Oke adalah kata yang menyatakan persetujuan, kesanggupan, atau bahwa sesuatu baik-baik saja. Kata ini diserap dari bahasa Inggris OK dan sudah masuk KBBI.
Hampir semua orang di dunia mengerti oke. Kata sependek ini menggantikan seluruh kalimat seperti saya setuju, itu baik, atau tidak ada masalah. Dalam bahasa Indonesia, ejaan bakunya oke, bukan *okay* atau *ok* yang ditulis dengan huruf besar.
- Setuju atau menyanggupi. *Oke, kita berangkat sekarang.*
- Baik atau memuaskan. *Hasil kerjamu sudah oke.*
- Penutup percakapan. *Oke, sampai jumpa besok.*
Bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| oke | setuju | Oke, siap. |
| okelah | baiklah | Okelah kalau begitu. |
| oke banget | sangat baik (percakapan) | Hasilnya oke banget. |
| oke-oke saja | tidak masalah | Aku oke-oke saja. |
| ok | singkatan tertulis | Ok, terima kasih. |
Contoh dalam kalimat
- Oke, besok kita bertemu pukul delapan.Kalimat penutup rencana.
- Nilai ujiannya oke sekali.Oke dipakai sebagai kata sifat.
- Itu oke-oke saja buatku.Reduplikasi memberi kesan santai.
Asal kata OK
Banyak peneliti bahasa percaya OK muncul di surat kabar Amerika Serikat sekitar tahun 1839, sebagai lelucon singkatan dari *oll korrect*, yaitu salah eja dari *all correct*. Kata itu kemudian menyebar bersama telegraf, film, dan perdagangan, lalu masuk ke bahasa Indonesia. Dalam percakapan, oke sering ditemani partikel seperti kan atau mah: *Oke kan?* Untuk tulisan resmi, kata *baik* atau *setuju* lebih tepat.
Mana yang baku, oke atau okay?
Yang baku adalah oke. Okay dan OK dipakai pada teks bahasa Inggris atau tulisan santai.
Apakah oke boleh dipakai dalam surat resmi?
Sebaiknya tidak. Surat resmi lebih cocok memakai kata baik atau setuju.