Kan: kata penegas dan akhiran -kan
Kan adalah kata penegas dalam percakapan, singkatan dari bukan, yang meminta persetujuan lawan bicara. Bentuk -kan juga merupakan akhiran yang membentuk kata kerja.
Dua hal berbeda memakai bentuk yang sama: kata kan di akhir pertanyaan dan akhiran -kan pada kata kerja. Kamu sudah makan, kan? adalah kalimat tanya ringan yang tidak benar-benar menanyakan, tetapi meminta lawan bicara membenarkan. Kata ini lazim di percakapan, bukan tulisan resmi.
- Kata penegas dari bukan (percakapan). *Dia sudah pulang, kan?*
- Penegas yang mengingatkan sesuatu (percakapan). *Kan sudah kubilang.*
- Akhiran pembentuk kata kerja (tertulis -kan). *Ia menuliskan surat.*
Bentuk kata
| Dasar | Dengan -kan | Arti |
|---|---|---|
| tulis | menuliskan | menuliskan sesuatu untuk orang lain |
| besar | membesarkan | menjadikan besar |
| dengar | mendengarkan | menyimak dengan sengaja |
| beri | memberikan | menyerahkan kepada orang lain |
| baca | dibacakan | dibaca untuk orang lain |
Contoh dalam kalimat
- Kamu datang besok, kan?Meminta kepastian; nada santai, tidak cocok untuk surat resmi.
- Kan aku sudah bilang, jangan lupa payung.Kan di awal menyatakan sedikit kesal atau mengingatkan.
- Ibu membacakan dongeng sebelum tidur.Akhiran -kan menambah penerima atau tujuan.
Bedakan -kan dan -i
Keduanya membentuk kata kerja, tetapi artinya sering berbeda. -kan biasanya membuat sesuatu *menjadi*, atau menyatakan tindakan untuk orang lain, seperti *menanamkan* nilai. -i biasanya menyatakan tempat atau sasaran tindakan, seperti *menanami* ladang. Orang yang menulis *menanamkan padi di sawah* sebenarnya mencampur keduanya. Dalam percakapan, kan juga mirip dengan mah dan oke yang berfungsi sebagai penanda sikap penutur.
Apakah kan boleh dipakai dalam tulisan resmi?
Sebaiknya tidak. Kan sebagai penegas termasuk ragam percakapan. Dalam tulisan resmi, pakai kata bukan atau kalimat tanya biasa.
Apakah kan selalu berasal dari bukan?
Ya, bentuk ini dipandang sebagai pemendekan bukan yang umum di percakapan Indonesia.