Mah: partikel pembeda dalam percakapan sehari-hari
Mah adalah partikel dalam percakapan akrab yang menegaskan topik atau menyatakan pembedaan. Pemakaiannya berasal dari bahasa Sunda dan Betawi.
Dalam percakapan sehari-hari, mah hampir tidak punya arti kamus. Ia bekerja seperti sorotan: menunjuk topik lalu membandingkannya dengan hal lain. Pemakaiannya berasal dari bahasa Sunda dan Betawi, lalu dipungut penutur muda di kota besar.
- Penegas topik (percakapan). *Aku mah santai saja.*
- Penanda pembedaan atau kontras (percakapan). *Dia mah rajin, kalau aku malas.*
- Penanda perasaan akrab (percakapan). *Itu mah gampang.*
Bentuk kata
| Partikel | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| mah | menegaskan topik | Dia mah beda. |
| sih | menambah penekanan | Kenapa sih? |
| dong | meminta dengan akrab | Bantu dong. |
| kok | menyatakan heran | Kok bisa? |
| kan | meminta persetujuan | Benar, kan? |
Contoh dalam kalimat
- Kakak mah pasti datang, tidak seperti kami.Mah memisahkan Kakak dari pihak lain.
- Soal itu mah gampang, serahkan padaku.Mengecilkan masalah dengan nada akrab.
- Aku mah ikut saja.Menyatakan sikap pasrah atau ikut serta.
Partikel percakapan dan bahasa baku
Partikel seperti mah, sih, dan dong termasuk ragam lisan sehingga jarang tampak dalam surat resmi atau skripsi. Dalam tulisan baku, hubungannya digantikan oleh kata seperti *adapun* atau *sedangkan*. Partikel kan memiliki fungsi serupa dalam meminta persetujuan. Dalam bahasa Sunda, mah punya peran yang lebih tetap sebagai penanda topik. Orang yang belajar bahasa Indonesia sebaiknya paham perannya dahulu sebelum menirunya, karena salah tempat dapat membuat kalimat terdengar tidak wajar.
Apakah mah termasuk bahasa baku?
Tidak. Mah termasuk ragam percakapan dan sebaiknya tidak dipakai dalam tulisan resmi.
Dari bahasa apa mah berasal?
Mah dikenal berasal dari bahasa Sunda, lalu menyebar lewat bahasa Betawi dan Jakarta ke penutur Indonesia lain.