Emosi: perasaan kuat atau sekadar marah?
Emosi adalah luapan perasaan yang kuat, seperti senang, sedih, takut, atau marah. Dalam percakapan sehari-hari, emosi sering dipakai untuk kemarahan.
Kata emosi punya dua kehidupan. Dalam kamus dan buku pelajaran, emosi adalah segala perasaan kuat, tetapi dalam percakapan harian, kata ini hampir selalu berarti marah. Jadi, ketika temanmu berkata "jangan emosi", ia meminta kamu tenang.
- Luapan perasaan yang kuat. *Penonton menahan emosi saat final.*
- Keadaan batin yang bergejolak. *Bayi mengungkapkan emosi lewat tangisan.*
- Marah (percakapan). *Ayah sempat emosi mendengar kabar itu.*
Bentuk dan frasa
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Kata sifat | emosional | mudah terbawa perasaan |
| Kata sifat | beremosi | dalam keadaan emosi |
| Frasa | kecerdasan emosional | kemampuan mengelola perasaan |
| Frasa | terbawa emosi | bertindak karena perasaan |
| Frasa | meredam emosi | menenangkan perasaan |
Contoh dalam kalimat
- Dia terharu dan emosinya meluap saat menerima piala.Pemakaian baku: emosi bisa gembira atau sedih.
- Jangan terpancing emosi saat berdebat.Pemakaian akrab: emosi berarti kemarahan.
- Guru mengajarkan cara mengelola emosi dengan napas dalam.Bahasa pendidikan; netral dan positif.
Awas salah paham
- Arti baku: emosi mencakup perasaan apa saja yang kuat, termasuk bahagia dan haru.
- Arti percakapan: di Jakarta dan banyak daerah lain, "emosi" nyaris sama dengan "marah".
- Hubungan kata: empati adalah kemampuan merasakan emosi orang lain, sedangkan stres adalah tekanan yang dapat memicu emosi.
- Asal kata: dari bahasa Belanda *emotie*, yang berakar pada bahasa Latin *emovere* yang artinya menggerakkan atau mengguncang.
Apakah emosi selalu berarti marah?
Tidak. Dalam arti baku, emosi mencakup semua perasaan kuat.
Apa lawan kata emosi?
Dalam arti marah, lawannya adalah tenang atau sabar. Orang yang mampu menahan diri saat kesal biasanya dikatakan memiliki kendali emosi yang baik.