Empati: ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain
Empati adalah kemampuan memahami dan ikut merasakan perasaan orang lain seolah-olah mengalaminya sendiri. Kata ini berbeda dari simpati yang hanya menaruh belas kasihan.
Empati adalah kesanggupan menempatkan diri pada posisi orang lain, memahami perasaannya, dan ikut merasakannya. Guru, dokter, dan sahabat yang baik biasanya memilikinya. Empati berbeda dari simpati: simpati melihat dari luar, empati ikut merasakan dari dalam.
- Ikut merasakan perasaan orang lain. *Ia menunjukkan empati kepada temannya yang sedang sedih.*
- Keadaan mental yang menyamakan perasaan. *Empati tumbuh saat kita mau mendengarkan.*
- Kepekaan sosial. *Anak perlu belajar empati sejak dini.*
Bentuk kata
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | empati | ikut merasakan |
| ber- | berempati | menunjukkan empati |
| ke-an | keberempatian | hal memiliki empati (jarang) |
| Majemuk | empati sosial | kepekaan terhadap masyarakat |
| Lawan | apatis | tidak peduli |
Empati dalam kalimat
- Dia berempati pada korban banjir dan segera menolong.Berempati sebagai kata kerja.
- Perawat itu bekerja dengan empati yang tinggi.Empati sebagai nomina.
- Kurangnya empati sering menimbulkan salah paham.Bahasa umum dan tulisan.
Empati, simpati, dan apatis
Kata ini berasal dari bahasa Yunani *empatheia* melalui bahasa Jerman dan Inggris, dan baru populer dalam bahasa Indonesia pada abad kedua puluh. Simpati berarti menaruh rasa kasihan atau suka tanpa harus merasakan hal yang sama. Hubungan dengan hati tampak dalam banyak ungkapan, seperti "punya hati" untuk orang yang berempati. Bila orang tidak peduli sama sekali, kata yang dipakai adalah apatis. Empati bisa dilatih, antara lain dengan menyimak cerita orang lain tanpa menyela.
Apa beda empati dan simpati?
Empati berarti ikut merasakan, simpati berarti merasa kasihan atau suka.
Apakah empati bisa dilatih?
Bisa, misalnya dengan mendengarkan dan membayangkan sudut pandang orang lain.