Upeti: persembahan kepada penguasa
Upeti adalah barang atau harta yang diserahkan secara berkala oleh daerah taklukan kepada raja atau penguasa.
Dalam buku sejarah kerajaan Nusantara, kamu akan sering menjumpai upeti. Upeti adalah barang berharga yang dikirim secara teratur oleh bawahan atau daerah taklukan kepada penguasa sebagai tanda tunduk. Berbeda dengan pajak yang bersifat hukum, upeti lebih mirip simbol kesetiaan.
- Persembahan kepada penguasa. *Raja menerima upeti dari bupati.*
- Setoran paksa (kiasan). *Mereka menuntut upeti dari pedagang.*
Kata terkait upeti
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| upeti | persembahan taklukan | Upeti tahunan. |
| mengupeti | memberi upeti | Daerah itu mengupeti raja. |
| pengupeti | orang yang membayar upeti | Para pengupeti datang. |
| persembahan | hadiah kepada atasan | Persembahan rakyat. |
| cukai | pungutan resmi | Cukai kapal dagang. |
Upeti dalam kalimat
- Kerajaan kecil itu wajib mengirim upeti setiap tahun.Konteks sejarah.
- Utusan membawa upeti berupa emas dan rempah.Menyebutkan bentuk upeti.
- Pungutan liar itu seperti upeti yang tak resmi.Kiasan, sedikit sindiran.
Dari Sanskerta ke buku sejarah
Kata ini berasal dari bahasa Sanskerta *utpatti* "hasil, penghasilan", yang lalu menyempit menjadi hasil bumi yang diserahkan kepada raja. Karena itu, dalam arti asalnya upeti sebenarnya adalah "hasil panen". Dalam pelajaran sejarah, upeti ke Tiongkok atau Majapahit dipakai untuk menjelaskan hubungan kuasa antarkerajaan. Kata kuasa dekat dengan topik ini.
Pada masa kerajaan, upeti bisa berupa emas, gading, rempah, hasil hutan, atau tenaga kerja. Daftar itu menunjukkan bahwa upeti bukan hanya soal uang, tetapi juga tenaga dan kehormatan.
Apakah upeti sama dengan pajak?
Tidak persis. Upeti diberikan taklukan kepada penguasa sebagai tanda tunduk, sedangkan pajak dipungut negara dari warganya menurut aturan.
Apakah kata upeti masih dipakai?
Ya, terutama dalam sejarah dan secara kiasan untuk pungutan tidak resmi.