Toh: kata kecil yang menegaskan pertentangan
Toh adalah kata penegas dalam percakapan yang berarti 'meskipun begitu' atau 'lagipula'; bentuknya menandai bahwa sesuatu tetap terjadi.
Kata toh kecil, tetapi punya tugas besar dalam percakapan. Toh dipakai untuk menunjukkan bahwa sesuatu tetap terjadi meskipun ada halangan, atau bahwa alasan yang disebutkan sebenarnya cukup kuat. Karena itu toh sering muncul di tengah kalimat dengan nada tegas.
- Meskipun begitu, tetap. *Sudah dilarang, toh dia tetap pergi.*
- Lagipula (alasan yang memperkuat). *Biarkan saja, toh itu bukan masalah besar.*
- Penegas dalam pertanyaan (percakapan). *Toh kamu juga tahu, bukan?*
Kata sepadan
| Kata | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| toh | penegas pertentangan | Toh dia datang. |
| namun | konjungsi formal | Namun dia datang. |
| meskipun begitu | pertentangan formal | Meskipun begitu, ia pergi. |
| lagipula | menambah alasan | Lagipula, hari masih pagi. |
| tetap | menegaskan keadaan | Dia tetap datang. |
Contoh dalam kalimat
- Dia tahu hujan akan turun, toh ia berangkat juga.Pertentangan: ada halangan tetapi tetap berjalan.
- Jangan khawatir, toh ujiannya masih bulan depan.Menenangkan dengan alasan tambahan.
- Biarlah, toh kita sudah berusaha.Nada pasrah yang lembut.
Kapan memakai toh
- Cocok untuk: percakapan, cerita pendek, dan tulisan santai.
- Kurang cocok untuk: surat resmi atau karya ilmiah, ganti dengan *namun* atau *meskipun demikian*.
- Letak: toh biasanya berada di awal klausa kedua; kata lain yang mengatur alasan adalah sebab dan andai.
- Tanda baca: gunakan koma sebelum toh agar kalimat terbaca jelas.
Apakah toh baku?
Kata toh dicatat dalam kamus dan sering dipakai dalam bahasa tulis sastra, tetapi nuansanya lebih santai daripada namun.
Apa bedanya toh dengan tetapi?
Tetapi menghubungkan dua pernyataan yang bertentangan, sedangkan toh menegaskan bahwa hasilnya tetap sama meskipun ada halangan.