Bah: banjir besar dan seruan 'bah!'
Bah berarti banjir, terutama dalam ungkapan air bah; sebagai kata seru ia menyatakan kesal, tak percaya, atau menyepelekan.
Bah adalah kata pendek dengan dua kehidupan. Dalam sastra ia berarti banjir besar, sedangkan dalam percakapan ia seruan yang bisa berarti kesal, terkejut, atau tidak peduli. Dua arti ini tidak berhubungan, dan pendengar harus melihat konteksnya.
- Banjir besar (air bah). *Air bah menerjang kampung di hilir sungai.*
- Kata seru kesal atau tidak percaya. *Bah, mana mungkin begitu!*
- Seruan khas Sumatra Utara. *Bah, lama kali kau datang!*
Bentuk dan gabungan
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Gabungan | air bah | banjir besar yang datang tiba-tiba |
| Gabungan | air bah melanda | banjir yang meluas ke permukiman |
| Kata seru | Bah! | ungkapan kesal atau tidak percaya |
| Sinonim | banjir bandang | banjir deras yang datang tiba-tiba |
| Sinonim | banjir | kata baku untuk air meluap |
Bah dalam kalimat
- Warga lari ke tempat tinggi ketika air bah datang.Bahasa tulis dan berita.
- Bah, jangan bercanda!Kata seru; dipakai pada percakapan akrab.
- Bah, ternyata dia sudah pulang duluan.Gaya tutur Medan; terdengar santai.
Bah dalam bahasa daerah
Bah banyak dipakai di Medan dan sekitarnya sebagai tanda kesan penutur: terkejut, kecewa, atau sekadar menekankan. Orang Sumatra Utara mengucapkannya dengan sangat khas, sehingga banyak orang luar langsung mengenal asal penuturnya. Di luar daerah itu, arti banjir lebih umum dalam bahasa tulis, misalnya berita hujan deras yang menyebabkan air bah. Karena keduanya sama-sama bah, penulis perlu memastikan kabar mana yang sedang dibicarakan.
Apakah bah sama dengan banjir?
Dalam air bah, ya. Namun bah sendirian lebih sering terdengar sebagai kata seru.
Apakah bah termasuk bahasa baku?
Arti banjir termasuk baku; kata seru bah termasuk ragam lisan.