Sen: seperseratus rupiah yang jarang terdengar
Sen adalah satuan uang yang nilainya seperseratus dari satuan dasar; di Indonesia, sen kini jarang terlihat dalam transaksi.
Mungkin kamu tahu sen dari ungkapan *tak punya sen pun*. Sen berarti seperseratus rupiah, tetapi kini hampir tidak ada barang yang harganya dalam sen. Kata ini juga muncul di Malaysia sebagai pecahan ringgit dan di Jepang sebagai pecahan yen.
- Seperseratus satuan mata uang. *Satu rupiah sama dengan seratus sen.*
- Uang yang sangat sedikit (kiasan). *Dia pergi tanpa membawa sen pun.*
- Lampu penunjuk arah pada kendaraan (percakapan). *Nyalakan lampu sen sebelum belok.*
Bentuk dan frasa
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| sen | pecahan uang | Lima ratus sen. |
| sesen | satu sen | Tak ada sesen pun. |
| lampu sen | lampu penunjuk arah | Lampu sen kanan. |
| sen ringgit | pecahan ringgit Malaysia | Lima puluh sen ringgit. |
| sen yen | pecahan yen Jepang | Dulu ada sen yen. |
Contoh dalam kalimat
- Harga permen itu dulu hanya lima puluh sen.Cerita masa lalu, ketika sen masih beredar.
- Dia pulang tanpa sen pun di saku.Kiasan untuk tidak punya uang.
- Sopir lupa menyalakan lampu sen saat belok kiri.Bahasa sehari-hari dalam lalu lintas.
Sen di beberapa negara
- Indonesia: sen adalah pecahan rupiah, tetapi dalam praktik sudah jarang dipakai.
- Malaysia dan Brunei: sen tetap umum, misalnya harga 1,95 ringgit.
- Jepang: sen adalah pecahan yen, tetapi tidak dipakai lagi dalam transaksi sehari-hari.
- Ungkapan: *tak punya sen pun* artinya benar-benar tidak memegang uang.
Mengapa jarang melihat sen di Indonesia?
Nilai rupiah kecil sehingga harga dibulatkan ke rupiah penuh, dan koin sen tidak lagi dipakai dalam belanja.
Apakah lampu sen berasal dari kata sen yang sama?
Tidak. Lampu sen diserap dari bahasa Belanda *sein* yang berarti isyarat; hanya bunyinya yang mirip.