Bab: pintu yang menjadi pembagian buku
Bab adalah bagian utama sebuah buku atau naskah; kata ini juga dipakai untuk menyebut pokok pembicaraan, seperti dalam bab kebersihan.
Bab membagi buku menjadi bagian-bagian yang mudah dibaca. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti pintu, seakan-akan setiap bab adalah pintu menuju isi buku. Dalam kamus bahasa Indonesia, ia berarti bagian utama naskah, tetapi ada pula arti yang lebih luas.
- Bagian utama sebuah buku. *Bab kedua membahas sejarah kerajaan.*
- Pokok persoalan. *Dalam bab kebersihan, ia sangat disiplin.*
- Pasal atau bagian dalam peraturan. *Bab III undang-undang mengatur hak warga.*
Bentuk dan penulisan
| Bentuk | Kata | Keterangan |
|---|---|---|
| Dasar | bab | bagian utama buku |
| Awalan sub- | subbab | bagian di bawah bab; ditulis serangkai |
| Angka Romawi | Bab IV | penomoran bab dalam dokumen resmi |
| Frasa | dalam bab ini | dalam bagian ini |
| Beda kata | babak | bagian pertunjukan atau pertandingan |
Bab dalam kalimat
- Buku itu terdiri atas dua belas bab.Dipakai tanpa kata ganti penghitung 'buah'.
- Pada bab terakhir, tokoh utamanya pulang.Lazim dalam ulasan buku.
- Dalam bab makanan, ia tidak pernah memilih-milih.Arti 'dalam hal'; agak lisan.
Bab bukan babak
Dua kata ini sering tertukar. Bab membagi tulisan, sedangkan *babak* membagi pertunjukan, pertandingan, atau drama, seperti babak pertama dan babak kedua. Ejaan baku menuliskan awalan *sub-* serangkai: *subbab*, bukan *sub bab*. Untuk dokumen resmi, angka Romawi dipakai pada nomor bab, sedangkan angka Arab dipakai pada pasal dan ayat. Ada pula kata bagian yang lebih umum dan bisa dipakai dalam konteks apa pun.
Bab atau bagian, mana yang benar?
Keduanya benar. Bab lebih khusus untuk buku, naskah, atau peraturan.
Mengapa subbab ditulis serangkai?
Karena sub- adalah awalan asing yang menurut ejaan ditulis menyatu dengan kata dasarnya.