Bel: bunyi kecil yang mengatur hari sekolah
Bel adalah alat yang berbunyi nyaring untuk memanggil atau memberi tanda, misalnya bel pintu dan bel sekolah.
Bel adalah alat pemberi tanda yang akrab bagi setiap murid. Satu dering bel bisa berarti masuk kelas, jam istirahat, atau waktu pulang. Kata ini diserap dari bahasa Belanda *bel* dan sudah lama menetap di Indonesia.
- Alat pemberi tanda berbunyi. *Bel sekolah berbunyi pukul tujuh.*
- Alat pemanggil pada pintu atau sepeda. *Bel sepeda berbunyi nyaring.*
- Bunyi tanda itu sendiri. *Kami menunggu bel terakhir.*
Bentuk kata dan gabungan
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | bel | alat pemberi tanda |
| Gabungan | bel pintu | pemanggil tamu |
| Gabungan | bel sekolah | penanda jam pelajaran |
| Verba | membunyikan bel | memencet atau menggoyang bel |
| Satuan | desibel | sepersepuluh bel |
Bel dalam kalimat
- Tamu itu memencet bel dua kali.Biasanya bel listrik.
- Murid-murid berlarian ketika bel berbunyi.Suasana sekolah; sering ditemui dalam cerita.
- Dia membunyikan bel sepeda untuk memperingatkan pejalan kaki.Bel kecil di setang sepeda.
Bel, lonceng, dan desibel
Lonceng biasanya lebih besar, tergantung pada rangka, dan memakai pemukul; bel lebih kecil dan sering digerakkan listrik atau tangan. Menariknya, *bel* juga satuan bunyi: satu bel sama dengan sepuluh *desibel*, dan nama itu mengenang Alexander Graham Bell. Dalam praktik, orang hampir selalu memakai desibel, misalnya untuk menyatakan kerasnya bunyi. Karena itu, bel sebagai satuan hanya dikenal di buku fisika, sedangkan bel pintu dan bel sekolah dikenal semua orang.
Beda bel dan lonceng?
Lonceng lebih besar dan tergantung; bel lebih kecil, sering listrik.
Siapa yang menjadi nama satuan bel?
Alexander Graham Bell, penemu telepon, yang namanya diabadikan untuk satuan tingkat bunyi.