Neraka: tempat hukuman dalam kepercayaan dan arti kiasannya
Neraka adalah tempat hukuman bagi orang berdosa dalam kepercayaan banyak agama, lawan dari surga. Secara kiasan, neraka berarti keadaan yang sangat menderita.
Neraka adalah tempat hukuman di akhirat bagi orang yang berdosa menurut keyakinan sejumlah agama. Kata ini berasal dari bahasa Sanskerta *naraka*, yang sudah dipakai dalam sastra Jawa kuno. Lawan katanya adalah surga.
- Tempat hukuman di akhirat. *Dalam kepercayaan itu, orang yang berbuat jahat dihukum di neraka.*
- Keadaan yang sangat menderita (kiasan). *Macet panjang hari itu terasa seperti neraka.*
- Tempat yang sangat panas atau menyiksa. *Gurun siang hari bagaikan neraka.*
Kata yang berkaitan
| Bentuk | Jenis | Arti |
|---|---|---|
| neraka | kata benda | tempat hukuman di akhirat |
| jahanam | serapan Arab | nama neraka dalam bahasa Arab |
| surga | lawan kata | tempat kebahagiaan di akhirat |
| neraka dunia | ungkapan | penderitaan hebat di dunia |
| akhirat | kata benda | kehidupan setelah mati |
| naraka | bentuk Sanskerta | asal kata neraka |
Contoh dalam kalimat
- Pelajaran agama menjelaskan makna surga dan neraka.Pemakaian dalam konteks keagamaan dan pendidikan.
- Musim ujian terasa seperti neraka bagi sebagian siswa.Kiasan ringan untuk keadaan yang melelahkan.
- Panas siang itu seperti neraka.Perbandingan yang menekankan suhu ekstrem.
Neraka dan surga
- Neraka dan surga sering muncul berpasangan dalam teks agama dan sastra.
- Keduanya serapan dari bahasa Sanskerta (*naraka* dan *svarga*), jauh sebelum datangnya agama-agama lain di Nusantara.
- Dalam percakapan, "neraka dunia" berarti penderitaan besar yang dialami di dunia, tanpa menyiratkan penilaian agama.
- Di beberapa agama, gambaran neraka berbeda-beda; kamus hanya mencatat makna umumnya.
Apa lawan kata neraka?
Surga, yaitu tempat kebahagiaan di akhirat menurut keyakinan agama.
Apakah neraka boleh dipakai sebagai kiasan?
Boleh, untuk menggambarkan keadaan yang sangat tidak menyenangkan, tetapi hati-hati saat berbicara dengan orang yang menganggap istilah ini sakral.