Kura-kura: si lambat yang punya banyak peribahasa

Kura adalah bentuk dasar dari kura-kura, yaitu reptil bercangkang keras yang berjalan lambat di darat atau air tawar.

Dalam dongeng, kura-kura selalu sabar dan tidak pernah terburu-buru. Kata kura jarang berdiri sendiri; hampir selalu muncul dalam bentuk ulang kura-kura. Hewan ini bercangkang keras dan bisa menarik kepala serta kakinya ke dalam saat terancam.

Bentuk kata dan turunan

BentukMaknaContoh
kura-kurahewan bercangkangKura-kura makan daun.
kura-kura airjenis hidup di air tawarKura-kura air berenang.
kura-kura daratjenis hidup di daratanKura-kura darat lambat.
cangkang kura-kuratempurung kerasCangkang kura-kura keras.
penyukerabat laut kura-kuraPenyu bertelur di pantai.

Contoh dalam kalimat

Kura-kura dalam perahu

Ada peribahasa terkenal: kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. Peribahasa ini menyindir orang yang berlagak tidak mengerti padahal sebenarnya tahu. Kata “kura-kura” dan “pura-pura” sengaja dipilih agar berima, seperti banyak pantun. Soal hewannya, perhatikan: bahasa Indonesia membedakan kura-kura yang hidup di darat atau air tawar dari penyu yang hidup di laut. Bandingkan juga dengan ular, reptil lain yang berkulit bersisik.

Apakah kura-kura sama dengan penyu?

Bukan. Keduanya kerabat dekat, tetapi penyu hidup di laut dengan kaki berbentuk dayung, sedangkan kura-kura hidup di darat atau air tawar.

Mengapa ditulis dengan tanda hubung?

Karena kura-kura adalah kata ulang. Tanda hubung menyatukan dua unsur yang diulang.

Sumber

WhatsAppXTelegramFacebook

Kata 4 huruf lainnya