Ekor: Bagian Belakang yang Juga Penggolong
Ekor adalah bagian tubuh hewan yang memanjang di belakang. Dalam bahasa Indonesia, kata ini juga menjadi penggolong untuk menghitung hewan, seperti dua ekor kucing.
Ekor punya dua pekerjaan dalam bahasa Indonesia. Ia adalah nama bagian tubuh, sekaligus kata yang wajib hadir ketika kamu menghitung hewan. Kita tidak mengatakan *tiga kucing* dalam bahasa baku, melainkan *tiga ekor kucing*.
- Bagian belakang tubuh hewan (nomina). *Anjing itu mengibaskan ekor.*
- Penggolong hewan (numeralia). *Ia memelihara empat ekor ikan.*
- Bagian belakang suatu benda (nomina). *Ekor pesawat.*
Bentuk kata dan turunannya
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | ekor | bagian belakang hewan |
| Berimbuhan | seekor | satu hewan |
| Berimbuhan | mengekor | mengikuti dari belakang |
| Majemuk | ekor mata | sudut mata |
| Majemuk | ekor kuda | gaya rambut terikat tinggi |
Contoh kalimat
- Petani itu memiliki seekor kerbau.Seekor menggabungkan se- dan ekor.
- Anak itu mengekor ibunya sepanjang pasar.Mengekor berarti mengikuti dari dekat.
- Dia melirik dengan ekor matanya.Idiom untuk melihat tanpa menoleh.
Penggolong untuk hewan
- Hewan dihitung dengan ekor, misalnya dua ekor kucing dan tiga ekor sapi.
- Orang dihitung dengan *orang*, sedangkan benda kecil dengan *buah* atau *biji*.
- Hewan berukuran besar seperti gajah tetap memakai ekor dalam bahasa baku.
- Dalam obrolan, banyak penutur menghilangkan penggolong, tetapi tulisan resmi sebaiknya menyertakannya, seperti pada laporan peternakan atau soal ujian.
Apakah buntut sama dengan ekor?
Hampir. Buntut lebih akrab dan sering dipakai untuk ekor yang pendek, sedangkan ekor lebih baku dan netral untuk semua hewan.
Bolehkah menyebut dua ekor orang?
Tidak. Untuk orang gunakan kata orang.
Apa arti mengekor dalam berita?
Mengikuti seseorang atau sesuatu dari belakang, kadang dalam arti kiasan.