Hawa: Udara dan Nama dalam Cerita Lama
Hawa berarti udara atau suasana lingkungan, misalnya hawa dingin atau hawa panas. Hawa juga nama tokoh Hawa, pasangan Adam dalam kitab suci.
Hawa adalah kata yang lembut tetapi sering dipakai ketika membicarakan cuaca. Kata ini lebih menyiratkan rasa udara di kulit daripada sekadar campuran gas. Kata ini berasal dari bahasa Arab *hawฤ'*, yang berarti udara. Orang Indonesia sering memakainya ketika menggambarkan pegunungan, pantai, atau ruangan ber-AC. Kata ini juga dipakai dalam sastra untuk menggambarkan suasana batin, misalnya hawa kesedihan atau hawa kegembiraan yang meliputi sebuah ruangan.
- Udara (nomina). *Hawa pegunungan terasa sejuk.*
- Suasana atau iklim (nomina). *Hawa politik sedang panas.*
- Nama tokoh (nama diri). *Adam dan Hawa.*
Bentuk kata dan turunannya
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | hawa | udara; suasana |
| Majemuk | hawa dingin | udara yang dingin |
| Majemuk | hawa panas | udara yang panas |
| Majemuk | hawa sejuk | udara nyaman |
| Nama | Hawa | tokoh dalam kisah penciptaan |
Contoh kalimat
- Hawa dingin menyusup lewat jendela yang terbuka.Hawa menekankan rasa dingin di kulit.
- Hawa kota ini berbeda dari kota asalku.Bisa bermakna suasana.
- Hawa dari gunung membuat kami mengantuk.Contoh penggunaan yang puitis.
Hawa, udara, dan cuaca
- Udara adalah campuran gas di sekitar bumi.
- Hawa menekankan rasa atau sifat udara pada waktu tertentu.
- Cuaca menyatakan keadaan atmosfer dalam waktu singkat, misalnya hujan atau cerah.
- Iklim menyatakan pola cuaca dalam jangka panjang.
Apa beda hawa dan udara?
Udara bersifat lebih ilmiah, sedangkan hawa lebih menggambarkan rasa.
Apakah hawa dan Hawa sama?
Tidak; ejaannya sama, tetapi Hawa yang diawali huruf besar adalah nama tokoh. Konteks kalimat biasanya cukup jelas untuk membedakannya.
Dari bahasa mana kata hawa berasal?
Dari bahasa Arab.