Buta: tidak dapat melihat dan ungkapan buta huruf
Buta adalah keadaan tidak dapat melihat. Kata ini juga dipakai kiasan, misalnya buta huruf dan buta warna.
Buta menggambarkan keadaan tidak dapat melihat. Selain arti harfiahnya, kata ini hidup dalam istilah seperti buta huruf dan buta warna, yang merujuk pada kekurangan kemampuan tertentu. Penglihatan bergantung pada mata, sehingga buta dan mata sering muncul berdampingan.
- Tidak dapat melihat (adjektiva). *Kakek itu buta sejak kecil.*
- Tidak mengenal sesuatu (adjektiva). *Ia buta huruf sebelum mengikuti kelas membaca.*
- Tidak mampu membedakan (adjektiva). *Buta warna membuatnya sulit membedakan merah dan hijau.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Pembentukan | Arti |
|---|---|---|
| buta | kata dasar | tidak dapat melihat |
| kebutaan | ke-an + buta | keadaan tidak dapat melihat |
| membutakan | me-kan + buta | menjadikan buta |
| buta huruf | gabungan kata | tidak dapat membaca dan menulis |
| buta warna | gabungan kata | sulit membedakan warna tertentu |
Contoh dalam kalimat
- Pemerintah menjalankan program pemberantasan buta huruf.Buta huruf adalah istilah resmi di bidang pendidikan.
- Tongkat putih membantu penyandang tunanetra berjalan.Tunanetra adalah sebutan yang lebih halus untuk orang yang tidak dapat melihat.
- Cinta kadang membuat orang buta terhadap kekurangan pasangannya.Pemakaian kiasan lazim dalam sastra dan percakapan.
Buta dan sebutan yang lebih halus
Dalam situasi resmi atau saat membicarakan orang, banyak yang memilih istilah *tunanetra* karena terdengar lebih sopan. Buta tetap baku untuk keadaan dan istilah teknis seperti buta huruf atau buta warna. Ungkapan *mata gelap* tidak berarti buta, melainkan bertindak tanpa pikir panjang karena marah atau tergoda. Keadaan tidak dapat mendengar, yang berbeda dari buta, disebut tuli.
Apa beda buta dan tunanetra?
Buta menyebut keadaan, sedangkan tunanetra adalah istilah yang lebih halus untuk orang yang tidak dapat melihat.
Apa arti buta huruf?
Buta huruf berarti tidak dapat membaca dan menulis.