Gema: Suara yang Pulang Kembali
Gema adalah bunyi yang memantul dari permukaan keras dan terdengar kembali. Dalam kiasan, gema berarti pengaruh atau pengulangan yang terus terasa.
Gema terdengar ketika kamu berteriak di lembah atau gua. Bunyi itu bukan suara baru, melainkan suaramu sendiri yang memantul dari dinding batu. Dalam bahasa tulis, gema juga menggambarkan kabar atau semangat yang terus berpengaruh. Bunyi itu bergerak sekitar 340 meter per detik di udara, sehingga gema baru terdengar jika pantulannya datang sekurang-kurangnya sepersepuluh detik setelah suara asli.
- Bunyi pantulan (nomina). *Gema suaranya terdengar jelas.*
- Pengaruh yang berlanjut (kiasan). *Gema reformasi masih terasa.*
- Dengung atau gaung (nomina). *Gema musik memenuhi aula.*
Bentuk kata dan turunannya
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | gema | bunyi pantulan |
| Berimbuhan | menggema | terdengar berulang |
| Berimbuhan | bergema | mengeluarkan gema |
| Berimbuhan | digemakan | disebarkan luas |
| Berimbuhan | menggemakan | menyiarkan |
Contoh kalimat
- Teriakannya menggema di lembah.Menggema menggambarkan suara yang menyebar.
- Gema takbir bergema dari masjid ke masjid.Contoh gema dalam suasana hari raya.
- Pemerintah menggemakan program hemat air.Menggemakan berarti mengumandangkan atau menyebarluaskan.
Tempat yang sering menghasilkan gema
- Gema terjadi bila gelombang bunyi memantul dari permukaan keras dan jauh.
- Lembah dan gua adalah tempat klasik untuk mendengar gema.
- Gedung besar yang kosong juga menggemakan suara.
- Peredam akustik membuat ruang studio bebas dari gema.
Apa bedanya gema dan gaung?
Gaung lebih ke dengung berkepanjangan, sedangkan gema adalah pantulan yang jelas.
Mengapa kita mendengar gema?
Karena gelombang bunyi memantul dan sampai kembali ke telinga setelah sepersekian detik. Itulah sebabnya ruangan besar yang kosong lebih mudah menggemakan suara daripada ruangan berisi perabot.
Apakah gema bisa bermakna kiasan?
Ya, misalnya gema perjuangan atau gema peristiwa.