Gua atau goa? Rongga alam di perut bumi
Gua adalah ruang alami di dalam tanah atau batuan yang cukup besar untuk dimasuki manusia; di Betawi, gua juga berarti 'saya'.
Gua adalah rongga di dalam bumi yang cukup luas untuk dimasuki orang. Kata ini berasal dari bahasa Sanskerta *guhฤ*, dan ejaan bakunya gua, bukan goa. Meski begitu, nama tempat seperti Goa Gong tetap ditulis sesuai nama resminya.
- Rongga alami di dalam tanah atau batu. *Mereka menjelajahi gua kapur yang gelap.*
- Tempat berlindung. *Manusia purba tinggal di dalam gua.*
- Saya (Betawi, informal). *Gua nggak tahu, deh.*
Istilah dengan gua
| Istilah | Arti | Keterangan |
|---|---|---|
| gua | rongga alami | bentuk baku |
| goa | ejaan lain | dalam nama tempat tertentu |
| gua karst | gua di batuan kapur | terbentuk oleh air |
| gua (Betawi) | saya | informal, bukan baku |
| menjelajah gua | penelusuran gua | kegiatan olahraga |
Gua dalam kalimat
- Kelelawar tinggal di langit-langit gua.Pemandangan alam.
- Gua Jepang di Bandung dibangun pada masa pendudukan.Nama tempat bersejarah.
- Gua nggak mau ikut, lu aja sana.Betawi informal; tidak cocok di tulisan resmi.
Satu ejaan, dua kata
Kata *gua* untuk 'saya' berasal dari bahasa Hokkien dan menyebar lewat pergaulan di Jakarta, sering berpasangan dengan *lu* untuk 'kamu'. Karena kebetulan sama bunyi dengan gua yang berarti rongga, orang harus memperhatikan konteks. Dalam teks resmi, pronomina yang dipakai adalah saya atau aku. Gua rongga dibentuk oleh air yang melarutkan batuan kapur selama ribuan tahun, dan sering berada di bawah tebing atau pegunungan. Para penjelajah menelusuri tanah di bawah permukaan, dan beberapa gua menjadi objek wisata di kota kecil.
Gua atau goa?
Yang baku gua.
Apakah gua boleh dipakai untuk 'saya'?
Hanya dalam percakapan santai di Jakarta dan sekitarnya.