Tiri: hubungan keluarga lewat pernikahan
Tiri adalah sebutan bagi hubungan keluarga yang terbentuk karena pernikahan orang tua, bukan karena kelahiran, seperti ayah tiri atau anak tiri.
Kata tiri selalu mendampingi sebutan keluarga. Tiri menandai hubungan yang lahir dari pernikahan, bukan dari darah, tanpa mengurangi makna kasih sayang di dalamnya. Banyak keluarga di Indonesia yang hangat meski berisi ayah atau ibu tiri.
- Hubungan lewat pernikahan orang tua. *Ia dekat dengan ibu tirinya.*
- Dalam istilah keluarga. *Adik tiri saya baru masuk sekolah.*
- Kiasan. *Jangan memperlakukan teman seperti anak tiri.*
Istilah keluarga dengan tiri
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| ayah tiri | suami ibu kandung | Ayah tiriku sabar. |
| ibu tiri | istri ayah kandung | Ibu tirinya ramah. |
| anak tiri | anak dari pasangan sebelumnya | Anak tiri ikut tinggal. |
| saudara tiri | anak dari pernikahan lain | Saudara tiriku baik. |
| dianaktirikan | diperlakukan kurang adil | Ia merasa dianaktirikan. |
Contoh dalam kalimat
- Dia tinggal bersama ayah tiri dan dua saudara tirinya.Bahasa netral untuk menjelaskan susunan keluarga.
- Daerah itu sering dianaktirikan dalam pembangunan."Dianaktirikan" dipakai kiasan untuk pihak yang kurang diperhatikan.
- Sejak menikah, ia mencintai anak tirinya seperti anak sendiri.Menggambarkan kasih yang tulus.
Mengapa anak tiri jadi kiasan
Kata *anak tiri* sering dipakai kiasan untuk pihak yang kurang diperhatikan, yang berakar dari dongeng klasik yang menggambarkan ibu tiri kejam. Pandangan itu tidak adil bagi banyak keluarga. Dalam pemakaian kini, kata tiri cukup menunjukkan hubungan, sedangkan sikap orang di dalamnya berbeda-beda. Kata ini berpasangan dengan ayah dan ibu, juga dengan anak dan saudara.
Apakah tiri sama dengan mertua?
Tidak. Tiri berasal dari pernikahan orang tua, sedangkan mertua adalah orang tua dari suami atau istri.
Apakah kata tiri merendahkan?
Tidak, kata ini netral. Yang membuatnya negatif adalah stereotip dalam cerita.