Aur: bambu dalam peribahasa dan nama pasar

Aur adalah sejenis bambu atau buluh yang tumbuh berumpun; kata ini hidup terutama dalam bahasa Minangkabau dan peribahasa Melayu.

Aur jarang terdengar di kota, tetapi akrab di Sumatra. Kata ini menamai rumpun bambu yang kuat dan lentur, dan namanya melekat dalam peribahasa tentang saling membutuhkan. Orang Minangkabau memakainya untuk bambu yang tumbuh di tepi sungai dan tebing.

Kata terkait

KataArtiCatatan
aursejenis bambukosakata Melayu dan Minang
bambutumbuhan berbatang beronggakata umum
buluhbambu kecil beronggalebih sastrawi
aur durijenis rumpun berdurinama tumbuhan dan tempat
aur kuningbambu berwarna kuningnama pasar di Bukittinggi

Aur dalam kalimat

Peribahasa yang sering lupa asalnya

Peribahasa Minang yang terkenal berbunyi *Ibarat aur dengan tebing*, artinya dua pihak yang saling membutuhkan. Akar aur menahan tanah tebing agar tidak runtuh, dan tebing menjadi tempat aur tumbuh. Ungkapan ini sering dipakai untuk hubungan yang saling menolong, misalnya antara desa dan kota, atau antara tetangga. Dalam bahasa sehari-hari, orang lebih akrab dengan kata bambu, sehingga aur terdengar seperti kata kuno yang hanya hidup dalam peribahasa.

Apakah aur sama dengan bambu?

Aur adalah sejenis bambu. Bambu adalah nama kelompok yang lebih luas.

Apa makna 'seperti aur dengan tebing'?

Saling membutuhkan dan tidak dapat dipisahkan, karena keduanya menjaga satu sama lain.

Sumber

WhatsAppXTelegramFacebook

Kata 3 huruf lainnya