Asa: harapan yang tetap menyala

Asa adalah harapan atau keinginan yang kuat akan sesuatu yang diharapkan terwujud; dalam bahasa sastra ia sering berpasangan dengan cita.

Asa adalah kata yang jarang dipakai di percakapan tetapi akrab di puisi, lagu, dan judul. Kata ini lebih sastrawi daripada harapan, tetapi maknanya kurang lebih sama. Ia berasal dari bahasa Sanskerta *ฤล›ฤ* yang berarti keinginan, lalu menetap dalam bahasa Melayu.

Bentuk dan gabungan

BentukKataArti
Dasarasaharapan
Gabunganputus asakehilangan harapan
Gabunganberputus asadalam keadaan tanpa harapan
Gabunganasa dan citaharapan dan cita-cita
Sinonimharapankata yang lebih umum dan netral

Asa dalam kalimat

Asa jarang berimbuhan

Perhatikan bahwa *asa* tidak dipakai di banyak bentuk berimbuhan. Jarang ada verba dari asa; yang lazim dipakai adalah *mengharapkan*, turunan dari harapan. Karena itu asa lebih sering menjadi kata benda yang berdiri sendiri atau berpasangan dengan cita seperti dalam *asa dan cita*. Dalam tabel di atas, gabungan *putus asa* lazim ditulis terpisah, sedangkan *berputus asa* dipakai pada ragam yang lebih formal.

Apa bedanya asa dan harapan?

Asa lebih puitis dan jarang dipakai di percakapan; harapan lebih umum dan netral.

Bagaimana menulis putus asa?

Dua kata terpisah: putus asa. Bukan 'putusasa'.

Sumber

WhatsAppXTelegramFacebook

Kata 3 huruf lainnya