Cita: dari pikiran luhur sampai cita-cita dan cita rasa
Cita adalah pikiran atau angan-angan, dan lebih dikenal lewat cita-cita, yaitu tujuan yang ingin dicapai.
Cita sering terdengar dalam pertanyaan klasik: apa cita-citamu? Kata ini berasal dari bahasa Sanskerta *citta*, yang berarti pikiran, sehingga cita-cita pada dasarnya adalah pikiran yang diarahkan ke masa depan. Dalam kehidupan sehari-hari, cita jarang berdiri sendiri, tetapi bergabung dengan kata lain seperti harapan.
- Pikiran atau angan-angan (nomina, klasik). *Cita dan cinta bersatu dalam sajak itu.*
- Cita-cita (nomina). *Cita-citanya menjadi dokter.*
- Kain katun bercorak (nomina). *Ia mengenakan kain cita bermotif bunga.*
Bentuk kata dan gabungan kata
| Bentuk | Pembentukan | Arti |
|---|---|---|
| cita | kata dasar | pikiran, angan-angan |
| cita-cita | reduplikasi | tujuan yang ingin dicapai |
| bercita-cita | ber- + cita-cita | memiliki tujuan hidup |
| mencita-citakan | me-kan + cita-cita | mendambakan |
| cita rasa | gabungan kata | selera atau karakter rasa |
Contoh dalam kalimat
- Adikku bercita-cita menjadi astronaut.Bercita-cita langsung diikuti hal yang diinginkan, tanpa kata sebagai.
- Restoran itu terkenal karena cita rasa masakan Nusantaranya.Cita rasa berarti karakter rasa yang khas pada makanan.
- Para pendiri bangsa mencita-citakan negara yang merdeka.Bentuk mencita-citakan lazim dalam ragam resmi.
Cita-cita dan cinta: dua kata yang berbeda
Orang kadang menulis *citacita* atau *cita cita*, padahal yang benar adalah *cita-cita* dengan tanda hubung, karena merupakan bentuk ulang. Jangan pula menyamakannya dengan cinta, meskipun keduanya mirip. Cita berkaitan dengan pikiran dan tujuan, sedangkan cinta berkaitan dengan perasaan. Kata *bercita-cita* tidak memerlukan kata *untuk*: tulis *bercita-cita menjadi guru*.
Bagaimana menulis cita-cita?
Dengan tanda hubung: cita-cita. Bentuk ini adalah reduplikasi, bukan dua kata terpisah.
Apa arti cita rasa?
Cita rasa berarti selera atau karakter rasa yang khas, misalnya pada masakan atau seni.