Ampun! Kata untuk memohon maaf dan terkejut
Ampun adalah permohonan agar tidak dihukum atau dimaafkan. Kata ini juga dipakai sebagai seruan untuk menyatakan kaget atau jengkel.
Kata ampun sering muncul dalam film sejarah dan percakapan sehari-hari. Ampun berarti memohon agar kesalahan tidak dihukum, tetapi dalam percakapan modern ia juga berubah menjadi seruan: "Ampun deh!". Kata ini berkaitan dengan maaf, tetapi punya nuansa lebih berat, terutama dari yang lebih rendah kepada yang lebih berkuasa.
- Pengampunan dari kesalahan. *Ia memohon ampun kepada ayahnya.*
- Seruan terkejut atau kesal. *Ampun, hari ini macet sekali!*
- Kata penghormatan di kerajaan. *Ampun, Baginda, hamba menghadap.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| ampun | pengampunan; seruan | minta ampun |
| mengampuni | memberi maaf | mengampuni kesalahan |
| diampuni | dimaafkan | dosanya diampuni |
| pengampunan | hal memberi ampun | pengampunan hukuman |
| ampunan | hasil pengampunan | ampunan Tuhan |
Ampun dalam kalimat
- Para pelaku meminta ampun kepada korban.Minta ampun adalah gabungan yang paling umum.
- Ampun, saya tidak bermaksud menyinggung Anda.Ragam sopan, hampir seperti permintaan maaf.
- Kejahatan seperti itu tiada ampun.Tiada ampun = tidak diberi pengampunan.
Ampun dalam budaya Jawa dan istana
Dalam bahasa Jawa ragam krama, *ampun* juga berarti "jangan", misalnya *ampun ngoten* "jangan begitu". Itu sebabnya, orang Jawa mudah memahami kata ini meski arti Indonesianya berbeda. Dalam cerita istana, rakyat membuka percakapan dengan raja memakai kata ampun sebelum menyampaikan permohonan, misalnya "Ampun, Paduka". Kata ini juga berkerabat dengan ampunan dalam konteks agama dan hukum.
Apa beda ampun dan maaf?
Maaf umum dan setara, sedangkan ampun mengandung nuansa memohon pengampunan dari pihak yang berkuasa.
Apakah "ampun deh" sopan?
Itu ungkapan santai untuk menyatakan kaget atau jengkel, cocok dengan teman tetapi kurang cocok dalam situasi resmi.