Ala: kata kecil yang berarti 'dengan gaya'
Ala adalah kata depan yang berarti menurut cara atau gaya tertentu, misalnya ala Jepang. Ia juga muncul dalam ungkapan ala kadarnya.
Ala sering muncul di papan menu dan judul acara: *nasi goreng ala rumahan*, *gaya ala Korea*. Kata ini selalu menunjuk gaya atau cara, dan selalu diikuti kata benda yang menjadi acuannya. Ia tidak berdiri sendiri seperti kata benda biasa.
- Menurut gaya atau cara tertentu. *Ia berdandan ala artis.*
- Seperti, mirip. *Pesta ala kampung mereka sederhana tapi hangat.*
- Dalam ungkapan 'ala kadarnya'. *Kami menjamu tamu ala kadarnya.*
Pola pemakaian
| Pola | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| ala + negara | ala Jepang | bergaya Jepang |
| ala + tempat | ala pesisir | bergaya daerah pantai |
| ala + orang | ala bapak-bapak | bergaya seperti bapak-bapak |
| ala + kata benda | ala kadarnya | apa adanya, seadanya |
| ala carte | ala carte | dipesan per hidangan (istilah menu) |
Ala dalam kalimat
- Restoran itu menyajikan sup ala Thailand.Pola paling umum di dunia kuliner.
- Mereka merayakan ulang tahun ala kadarnya.Berarti sederhana, tanpa kemewahan.
- Ia belajar bermain gitar ala otodidak.Dipakai juga untuk cara belajar.
Ala bukan ala carte semata
Kata ini sering dikira hanya potongan dari *ala carte*, padahal ia kata Indonesia yang berdiri sendiri. Istilah menu *ala carte* sendiri dipinjam dari bahasa Prancis *ร la carte*, yang secara harfiah berarti menurut daftar menu. Dalam ejaan Indonesia, *ala* ditulis tanpa tanda diakritik, sehingga *ร * menjadi *a* biasa. Pelanggan yang memesan ala carte memilih satu per satu, bukan paket, dan setiap bagian hidangan dihargai terpisah.
Apakah ala sama dengan seperti?
Mirip, tetapi ala lebih menekankan gaya atau cara, bukan kemiripan bentuk.
Boleh menulis ala dengan huruf besar?
Hanya di awal kalimat atau di judul; bukan bagian dari nama diri.