Bau: kenapa kata ini biasanya berarti 'tidak enak'?
Bau adalah sesuatu yang ditangkap indra penciuman; dalam pemakaian sehari-hari kata ini condong berarti hawa yang kurang sedap.
Bau secara teknis netral: ia mencakup segala yang dapat dicium. Namun dalam percakapan, bau tanpa keterangan hampir selalu berarti sesuatu yang kurang menyenangkan. Untuk yang menyenangkan, orang memakai wangi, harum, atau sedap, atau menambahkan keterangan seperti *bau harum*.
- Hal yang ditangkap hidung. *Bau masakan tercium dari dapur.*
- Hawa yang kurang sedap. *Selokan itu berbau tidak enak.*
- Tanda atau firasat (kiasan). *Ada bau-bau kemenangan di ruang ganti.*
Bentuk kata
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | bau | yang tercium |
| ber- | berbau | mengeluarkan bau |
| me-i | membaui | mencium bau sesuatu |
| Reduplikasi | bau-bauan | berbagai macam bau |
| Terkait | penciuman | indra pencium; dari kata cium |
Bau dalam kalimat
- Baunya enak sekali, sudah matang?Di sini bau berkesan baik karena ada kata 'enak'.
- Ruangan itu berbau cat baru.Berbau diikuti sumber baunya.
- Kucing itu membaui sepatuku.Membaui berarti menghirup dengan hati-hati.
Ungkapan: masih bau kencur
Ungkapan *masih bau kencur* berarti masih muda dan belum berpengalaman. Kencur adalah rimpang beraroma tajam yang dipakai dalam jamu dan bumbu, dan konon aroma itu dianggap lekat pada anak-anak yang masih sering diberi jamu oleh ibunya. Ungkapan ini terdengar sedikit merendahkan, jadi hati-hati memakainya kepada orang yang lebih tua atau di forum resmi. Dalam bahasa tulis yang sopan, gunakan *belum berpengalaman*. Di bagian lain, kata hawa dan udara sering menemani bau, misalnya dalam *hawa panas bercampur bau asap*.
Bau atau aroma?
Aroma hampir selalu menyenangkan, sedangkan bau netral hingga tidak sedap.
Apakah baku 'membaui'?
Ya, membaui adalah bentuk baku untuk mencium bau.