Waris dan pewaris: siapa yang menerima, siapa yang meninggalkan?
Waris adalah orang yang berhak menerima harta peninggalan dari orang yang meninggal, atau harta peninggalan itu sendiri.
Kata waris sering dipakai pada urusan keluarga. Waris adalah orang yang berhak menerima harta peninggalan seseorang yang telah meninggal, dan kata ini juga bisa menunjuk pada harta itu sendiri. Ia berakar sama dengan warisan dan berlawanan dengan pewaris, yaitu orang yang meninggalkan harta.
- Orang yang berhak menerima. *Ia menjadi waris tunggal.*
- Harta peninggalan. *Waris keluarga dibagi adil.*
- Sesuatu yang diturunkan. *Waris budaya.*
Kata sekeluarga waris
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| waris | penerima peninggalan | Ahli waris. |
| mewarisi | menerima peninggalan | Ia mewarisi rumah. |
| mewariskan | menurunkan kepada orang lain | Ayah mewariskan sawah. |
| pewaris | yang meninggalkan harta | Pewaris sudah wafat. |
| warisan | harta atau nilai yang diturunkan | Warisan budaya. |
Contoh dalam kalimat
- Ahli waris berhak atas rumah itu.Ragam hukum.
- Anak itu mewarisi bakat melukis ibunya.Pemakaian kiasan.
- Candi Borobudur adalah warisan dunia.Warisan dalam arti nilai budaya.
Tiga pelaku dalam satu urusan
- Pewaris β orang yang meninggalkan harta (yang meninggal).
- Ahli waris β orang yang berhak menerima harta tersebut.
- Mewariskan β memberikan sesuatu kepada ahli waris; pelakunya pewaris.
- Mewarisi β menerima sesuatu dari pewaris; pelakunya ahli waris.
Kata waris berasal dari bahasa Arab *wΔriαΉ―*. Bahasa Indonesia mengambil bentuk dasarnya, lalu menambah imbuhan sehingga lahir pasangan mewarisi dan mewariskan yang sering tertukar.
Apa beda pewaris dan ahli waris?
Pewaris adalah pihak yang meninggalkan harta, sedangkan ahli waris adalah pihak yang menerimanya.
Apa itu wasiat?
Pesan atau permintaan terakhir seseorang sebelum meninggal, termasuk pembagian harta. Lihat pula wasiat.