Vampir: tokoh malam dalam cerita rakyat Eropa

Vampir adalah makhluk dalam cerita rakyat Eropa yang digambarkan hidup abadi dan menghisap darah. Kata ini juga dipakai untuk sejenis kelelawar.

Di film dan novel, vampir biasanya bertaring tajam, hanya keluar pada malam hari, dan takut pada cahaya matahari. Sosok ini lahir dari cerita rakyat Eropa Timur, lalu menyebar ke seluruh dunia lewat sastra, teater, dan layar lebar. Dalam bahasa Indonesia, vampir juga menjadi tokoh dongeng dan kiasan, mirip dengan penyihir dalam dunia sihir.

Bentuk kata dan turunannya

BentukArtiContoh
vampirmakhluk penghisap darah (dongeng)Film vampir
vampirismekepercayaan tentang vampirDikaji dalam folklor
kelelawar vampirkelelawar pemakan darahHidup di hutan tropis
bak vampirseperti vampir (kiasan)Dia bak vampir yang menyedot tenaga.
pemburu vampirtokoh pembasmi vampirTokoh dalam film

Vampir dalam kalimat

Dari Serbia ke seluruh dunia

Kata vampir masuk ke bahasa Indonesia lewat bahasa Belanda *vampier*, yang berasal dari bahasa Eropa Timur, antara lain bahasa Serbia *vampir*. Pada abad kedelapan belas, laporan tentang kepercayaan ini sampai ke Eropa Barat dan membuat kata itu terkenal. Tokoh Drakula dalam novel karya Bram Stoker tahun 1897 kemudian membentuk gambaran vampir modern. Kelelawar vampir sendiri memang ada, tetapi ukurannya kecil dan makanannya terutama darah hewan ternak dan burung, serta tidak terhubung dengan cerita bangsawan berjubah.

Apakah vampir benar-benar ada?

Makhluk seperti di dongeng tidak ada. Hanya beberapa jenis kelelawar yang benar-benar menjilat darah hewan.

Dari mana kata vampir berasal?

Dari bahasa Eropa Timur, antara lain Serbia, lalu masuk melalui bahasa Belanda dan bahasa Eropa lain.

Sumber

WhatsAppXTelegramFacebook

Kata 6 huruf lainnya