Jeda: berhenti sebentar sebelum melanjutkan
Jeda adalah waktu berhenti sebentar di antara dua kegiatan, bunyi, atau peristiwa. Setelah jeda, kegiatan itu biasanya dilanjutkan.
Kata jeda menggambarkan celah kecil dalam arus waktu. Jeda bukan akhir dari sesuatu, melainkan napas di tengahnya: sesudah itu, apa pun yang tadi berhenti akan berlanjut lagi. Karena itulah kata ini cocok untuk pertandingan, musik, pidato, dan siaran.
- Waktu berhenti sejenak. *Pembicara memberi jeda sebelum menjawab.*
- Selang di antara dua hal. *Ada jeda lima menit antarpertandingan.*
- Hentian dalam bunyi atau kalimat. *Tanda koma menandai jeda dalam bacaan.*
Kata dan frasa dengan jeda
| Bentuk | Kelas kata | Arti |
|---|---|---|
| jeda | nomina | waktu berhenti sebentar |
| berjeda | verba | memiliki jeda |
| menjeda | verba | memberi atau membuat jeda |
| jeda iklan | frasa | selingan iklan pada siaran |
| jeda waktu | frasa | selang waktu |
| jeda antarbabak | frasa | hentian di antara babak pertandingan |
Contoh kalimat
- Setelah jeda sejenak, ia melanjutkan ceritanya.Gaya tutur yang lazim dalam narasi.
- Kita butuh jeda sepuluh menit untuk berganti peralatan.Jeda diikuti satuan waktu.
- Lagu itu sengaja diberi jeda panjang sebelum bait terakhir.Dipakai juga di dunia musik.
Jeda, henti, dan istirahat
- Henti berarti tidak bergerak lagi, bahkan bisa untuk selamanya, sedangkan jeda pasti sementara.
- Istirahat menekankan memulihkan tenaga; jeda tidak mengandung makna itu.
- Dalam pidato, jeda yang tepat membuat pendengar sempat mencerna kalimat.
- Satuan jeda sering diukur dalam detik atau menit.
Apakah jeda sama dengan henti?
Tidak. Henti bisa permanen, sedangkan jeda selalu sementara dan diikuti kelanjutan.
Apakah menjeda baku?
Menjeda dipakai dalam percakapan dan media, dan sudah dapat diterima, tetapi "memberi jeda" lebih aman dalam tulisan resmi.