Kerbau: dari sawah sampai asal nama Minangkabau
Kerbau adalah hewan ternak besar berkaki empat bertanduk melengkung yang dipakai membajak sawah dan diambil dagingnya.
Kerbau adalah hewan ternak besar yang gemar berkubang dan sangat kuat. Petani memakainya untuk membajak sawah sebelum traktor datang. Di beberapa daerah, kerbau bukan sekadar ternak, melainkan lambang kekayaan dan kehormatan adat.
- Hewan ternak bertanduk melengkung. *Kerbau berkubang di lumpur.*
- Tenaga pembajak sawah. *Seekor kerbau menarik bajak.*
- Penanda adat. *Keluarga menyembelih kerbau dalam upacara.*
Bentuk kata
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Dasar | kerbau | hewan ternak besar |
| Bilangan | seekor kerbau | satu ekor |
| Majemuk | kerbau bule | kerbau berkulit pucat |
| Majemuk | kandang kerbau | tempat tinggal kerbau |
| Frasa | kerbau dicocok hidung | orang yang menurut saja |
Kerbau dalam kalimat
- Anak-anak menggembala kerbau di padang rumput.Kehidupan desa.
- Kerbau bule adalah ikon budaya Toraja.Konteks budaya Sulawesi.
- Dia seperti kerbau dicocok hidung, menurut saja.Peribahasa untuk orang tanpa pendirian.
Kerbau, sapi, dan Minangkabau
Kerbau berbeda dari sapi karena tanduknya melengkung ke belakang dan kulitnya kelabu gelap. Nama Minangkabau menurut legenda berasal dari "menang kabau": dua kerbau diadu dan kerbau kecil menang, sehingga lahirlah nama negeri tersebut. Atap rumah gadang pun melengkung menyerupai tanduk kerbau. Perhatikan bahwa kata kerbau dalam percakapan kadang dipakai untuk menyindir orang yang dianggap lamban atau keras kepala, tetapi nada kata ini kurang sopan, sehingga sebaiknya tidak dipakai kepada orang. Julukan binatang untuk manusia umumnya dianggap menghina dalam bahasa baku.
Apa makna kerbau dicocok hidungnya?
Orang yang menurut saja tanpa pendirian, seperti kerbau yang dituntun lewat tali di hidung.
Dari mana nama Minangkabau?
Menurut legenda, dari menang kabau, yaitu kemenangan dalam adu kerbau.