Simpati atau empati? Rasa ikut peduli pada orang lain
Simpati adalah rasa ikut merasakan, peduli, atau setuju terhadap keadaan orang lain, misalnya ketika mereka sedang mendapat musibah.
Simpati diserap dari bahasa Belanda *sympathie*, yang berakar pada kata Yunani untuk merasakan bersama. Simpati membuat kita berkata aku ikut sedih, sedangkan empati membuat kita membayangkan diri berada di posisinya. Kata ini juga dipakai untuk dukungan atau rasa suka terhadap seseorang.
- Rasa ikut merasakan kesusahan orang lain. *Warga menunjukkan simpati kepada korban banjir.*
- Rasa suka atau tertarik. *Sikapnya yang ramah menarik simpati banyak orang.*
- Dukungan terhadap suatu pihak atau gagasan. *Gerakan itu mendapat simpati dari mahasiswa.*
Bentuk kata
| Bentuk | Kata | Arti |
|---|---|---|
| Kata dasar | simpati | rasa ikut peduli |
| Sifat | simpatik | menyenangkan, menarik hati |
| Orang | simpatisan | pendukung suatu gerakan |
| Ber- | bersimpati | menaruh simpati |
| Gabungan | rasa simpati | perasaan peduli |
Contoh kalimat
- Kami turut bersimpati atas kepergian ayahmu.Ungkapan belasungkawa yang sopan.
- Guru baru itu sangat simpatik.Di Indonesia *simpatik* berarti menyenangkan dan disukai.
- Para simpatisan partai berkumpul di lapangan.*Simpatisan* adalah pendukung, belum tentu anggota resmi.
Teman palsu: simpatik
Dalam bahasa Inggris, *sympathetic* biasanya berarti ikut prihatin atau penuh pengertian. Dalam bahasa Indonesia, orang yang simpatik adalah orang yang menyenangkan dan mudah disukai. Jadi, *pemuda simpatik* berarti pemuda yang ramah dan menarik hati, bukan pemuda yang sedang merasa kasihan pada orang lain. Makna ini juga ada dalam bahasa Belanda, sumber serapan kata tersebut.
Apa beda simpati dan empati?
Simpati berarti peduli dari luar, empati berarti ikut merasakan seolah mengalami sendiri. Keduanya baik, tetapi empati lebih dalam.
Bagaimana menyatakan simpati secara sopan?
Kalimat seperti *Saya turut berduka cita* atau *Kami turut bersimpati* lazim dipakai dalam situasi duka.