Kasihan: rasa iba melihat kesusahan orang lain
Kasihan adalah perasaan iba atau sedih ketika melihat orang lain menderita; kata ini juga dipakai sebagai seruan spontan.
Kasihan dibentuk dari kasih dengan akhiran -an, tetapi maknanya lebih sempit: bukan cinta, melainkan iba. Kamu merasa kasihan ketika hatimu ikut sedih melihat orang lain kesusahan. Kata ini juga sering diucapkan sendirian sebagai seruan.
- Merasa iba (adjektiva). *Aku kasihan melihat anak kucing basah kuyup itu.*
- Seruan rasa iba. *Kasihan, dia belum makan sejak pagi.*
- Belas kasih (nomina, dalam frasa belas kasihan). *Ia hidup dari belas kasihan tetangga.*
- Patut dikasihani. *Nasib petani itu sungguh kasihan.*
Bentuk kata dari kasih
| Bentuk | Kelas kata | Arti |
|---|---|---|
| kasih | nomina | sayang, cinta |
| kasihan | adjektiva | merasa iba |
| mengasihani | verba | menaruh iba kepada |
| dikasihani | verba pasif | menjadi sasaran rasa iba |
| belas kasihan | frasa nomina | rasa iba yang mendorong menolong |
Contoh kalimat
- Jangan mengasihani dirimu terlalu lama.Mengasihani diri berarti terus merasa diri paling malang.
- Kasihan sekali, sepedanya hilang.Sebagai seruan, kasihan sering ditempatkan di awal kalimat.
- Dia tidak butuh dikasihani, dia butuh kesempatan.Kalimat pasif ini sering dipakai dalam tulisan motivasi.
Ejaan dan variasi daerah
- Dalam percakapan, terutama di Jakarta, kata ini sering diucapkan dan ditulis *kasian*. Bentuk itu tidak baku; dalam tulisan resmi pakailah *kasihan*.
- Di Malaysia, bentuk lisan yang umum adalah *kesian*.
- *Kasihan* dan *iba* bersinonim, tetapi iba terdengar lebih sastrawi.
- Ungkapan *kasihan deh lu* adalah ejekan santai khas Jakarta, bukan ungkapan iba yang tulus.
Apakah kasian baku?
Tidak. Bentuk bakunya kasihan, dengan huruf h.
Apa bedanya kasih dan kasihan?
Kasih berarti sayang atau cinta, sedangkan kasihan berarti iba terhadap kesusahan orang lain.