Rayuan: bujukan lembut agar orang luluh
Rayuan adalah kata-kata halus yang diucapkan untuk membujuk seseorang agar mau menuruti atau menyetujui sesuatu.
Kata rayuan berasal dari akar *rayu*. Rayuan berhasil karena nadanya lembut dan sabar, bukan karena tekanan atau ancaman. Seorang anak bisa merayu ibunya agar diizinkan bermain lebih lama, dan penjual dapat merayu pembeli dengan pujian atau janji. Namun rayuan yang berlebihan dapat menjadi godaan yang menyesatkan.
- Bujukan dengan kata-kata halus. *Dengan rayuan manis, adik mendapat izin.*
- Daya tarik yang menggoda. *Dia tak tergoda rayuan iklan itu.*
- Daya pikat yang mengajak. *Pantai itu menjadi rayuan bagi wisatawan.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| rayu | kata dasar | rayu pelan-pelan |
| merayu | membujuk dengan halus | merayu ibu |
| dirayu | dibujuk | dirayu temannya |
| perayu | orang yang merayu | perayu ulung |
| rayuan | hasil atau isi bujukan | rayuan maut |
Contoh dalam kalimat
- Anak kecil itu merayu kakaknya agar mau bermain.Merayu memerlukan objek orang.
- Jangan mudah percaya pada rayuan penjual.Rayuan di sini bernada peringatan.
- Setelah dirayu berkali-kali, dia akhirnya setuju.Dirayu berarti menerima bujukan.
Rayuan dan bujukan
Rayuan dan bujukan hampir sama, tetapi rayuan terasa lebih halus dan kadang bernada manis. Ismail Marzuki menciptakan lagu Rayuan Pulau Kelapa pada 1944, dan lagu itu memuji keindahan tanah air dengan nada yang memikat. Kata rayuan berbeda dari paksaan, yaitu desakan tanpa pilihan, dan berbeda pula dari ancaman. Karena sifatnya halus, rayuan menuntut kesabaran dari orang yang merayu.
Apa bedanya merayu dan membujuk?
Merayu lebih halus dan manis, sedangkan membujuk lebih umum dan bisa tegas.
Apakah rayuan selalu bernada negatif?
Tidak. Rayuan dapat bermakna baik bila dipakai untuk mengajak dengan sopan.