Pintu: dari engsel sampai peribahasa
Pintu adalah bidang yang dapat dibuka dan ditutup sebagai jalan keluar masuk ke rumah, ruangan, atau kendaraan.
Setiap rumah memiliki sekurangnya satu pintu. Pintu bukan sekadar papan berengsel: ia membatasi ruang, melindungi penghuni, dan sekaligus mengundang tamu masuk. Biasanya pintu dilengkapi kunci dan terletak di antara dinding. Pintu juga dipakai dalam bidang lain, misalnya pintu air di bendungan yang mengatur aliran sungai, atau pintu mobil yang dilengkapi pengunci otomatis demi keselamatan penumpang.
- Bidang pemisah yang dapat dibuka. *Ketuk pintu dulu sebelum masuk.*
- Jalan masuk atau gerbang. *Bandara adalah pintu gerbang negara.*
- Satuan hitung rumah atau toko. *Ia menyewa dua pintu ruko.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| pintu | bidang masuk | pintu kamar |
| pintu gerbang | jalan masuk utama | pintu gerbang sekolah |
| pintu air | bangunan pengatur air | pintu air Manggarai |
| berpintu | memiliki pintu | rumah berpintu dua |
| sepintu | satu pintu | sepintu dengan rumah |
Contoh dalam kalimat
- Tolong tutup pintu pelan-pelan.Perintah sopan yang sering terdengar.
- Rumah petak itu terdiri atas lima pintu.Pintu dipakai sebagai satuan hitung.
- Pintu air ditutup saat hujan deras.Pemakaian dalam pengelolaan air.
Pintu dalam ungkapan
- Pintu rezeki berarti jalan datangnya penghasilan.
- Pintu terbuka menggambarkan sikap ramah bagi siapa saja.
- Ketuk pintu hati adalah kiasan untuk mengetuk perasaan seseorang.
- Pintu gerbang dapat dipakai untuk kota yang menjadi jalan masuk wilayah, misalnya pelabuhan besar.
Mengapa orang menghitung rumah dengan pintu?
Pada rumah petak atau ruko, tiap pintu menandai satu unit hunian atau toko, sehingga pintu menjadi satuan hitung yang praktis.
Apakah pintu dan gerbang sama?
Gerbang biasanya lebih besar dan berada di pagar atau batas wilayah, sedangkan pintu berada di bangunan. Lihat juga pagar.