Nak, anak, dan hendak: panggilan sayang dan kata sahabat palsu

Nak adalah panggilan sayang orang tua atau orang yang lebih tua kepada anak, singkatan dari anak. Dalam bahasa Melayu Malaysia, nak juga berarti hendak atau mau.

Ketika seorang ibu berkata *Makan dulu, Nak*, ia memakai kata nak yang penuh kasih. Nak adalah bentuk pendek dari anak, dan hanya dipakai orang yang lebih tua atau lebih dekat kepada anak yang dipanggil. Di Malaysia, bentuk yang sama punya arti yang jauh berbeda.

Bentuk kata

BentukArtiContoh
nakpanggilan untuk anakNak, pulang.
anakketurunan atau orang mudaAnak itu pandai.
anandasebutan hormat untuk anakAnanda tersayang.
anakkuanak sayaAnakku sehat.
nak (Malaysia)hendak atau mauNak makan.

Contoh dalam kalimat

Waspadai sahabat palsu dengan Malaysia

Penutur bahasa Indonesia yang membaca pesan dari Malaysia sering salah paham pada kata nak. Di sana, *Saya nak makan* berarti *Aku mau makan*, bukan *Aku memanggil anak makan*. Beberapa pasangan lain yang mudah tertukar adalah *percuma* (gratis di Malaysia, sia-sia di Indonesia) dan *kantor* (*pejabat* di Malaysia). Dalam panggilan, anak bisa berubah menjadi *nak* untuk laki-laki dan perempuan. Bentuk pendek serupa untuk orang tua adalah ibu dan *bu*, atau *pak* untuk ayah.

Apakah nak hanya untuk anak laki-laki?

Tidak. Nak dipakai untuk anak laki-laki maupun perempuan. Ada pula panggilan khusus daerah seperti le, nduk, atau ujang.

Apakah nak di Indonesia berarti mau?

Tidak. Dalam bahasa Indonesia baku, hendak atau mau yang dipakai. Arti hendak untuk nak hanya benar di bahasa Melayu Malaysia.

Sumber

WhatsAppXTelegramFacebook

Kata 3 huruf lainnya