Maut: kata yang berat untuk topik yang berat
Maut adalah kematian, terutama dalam bahasa yang berbau sastra atau penuh kekhidmatan; dalam percakapan juga berarti sangat hebat.
Kata maut terdengar khidmat dan dipakai dalam berita duka, puisi, atau cerita petualangan. Maut berasal dari bahasa Arab dan dalam bahasa Indonesia lazim muncul dalam ungkapan, bukan dalam percakapan ringan. Bandingkan dengan meninggal yang lebih sopan.
- Kematian (bernuansa sastra). *Ia lolos dari maut dalam kecelakaan itu.*
- Sangat berbahaya. *Jalan itu dikenal sebagai tikungan maut.*
- Sangat hebat (percakapan). *Sambal ini pedasnya maut.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Makna | Contoh |
|---|---|---|
| maut | kematian | Maut mengintai. |
| tikungan maut | tempat sangat berbahaya | Hati-hati di tikungan maut. |
| lolos dari maut | selamat dari bahaya besar | Dia lolos dari maut. |
| menjemput maut | meninggal | Ia menjemput maut dengan tenang. |
| pedasnya maut | sangat pedas (gaul) | Pedasnya maut! |
Contoh dalam kalimat
- Nelayan itu nyaris dijemput maut saat badai datang.Gaya naratif yang dramatis.
- Tim penyelamat menyelamatkan dua pendaki dari maut.Dipakai dalam berita bencana alam.
- Seblak ini pedasnya maut, tapi aku suka.Dalam percakapan, maut berarti ekstrem.
Maut, ajal, dan meninggal
Bahasa Indonesia punya tingkatan kata untuk topik ini. Maut bernuansa sastra dan dramatis; *ajal* menyebut batas waktu hidup yang sudah ditentukan; *meninggal* adalah bentuk yang paling sopan dan umum dalam berita; sedangkan *mati* adalah kata netral yang tepat untuk hewan dan tumbuhan. Dalam budaya, nyawa dan takdir sering muncul bersama maut. Dalam berita, ungkapan seperti tikungan maut dipakai untuk menarik perhatian pada tempat yang berbahaya.
Apakah maut sopan dipakai?
Ya, dalam gaya sastra atau berita yang khidmat, tetapi untuk menyebut orang yang kita hormati, meninggal lebih umum.
Mengapa orang berkata pedasnya maut?
Itu gaya hiperbola gaul: maut dipakai agar terdengar ekstrem, bukan benar-benar berbahaya.