Klise: ungkapan yang sudah terlalu sering dipakai
Klise adalah ungkapan atau gagasan yang sudah terlalu sering dipakai sehingga kehilangan daya tariknya. Kata ini juga punya arti teknis dalam percetakan dan fotografi.
Setiap penulis belajar menghindari klise, tetapi hampir semua penulis pernah tergoda memakainya. Klise adalah ungkapan yang dulu segar, lalu dipakai begitu sering sampai kehilangan rasa. Dalam cerita, klise muncul sebagai tokoh yang mudah ditebak atau kalimat pembuka yang itu-itu saja.
- Ungkapan atau gagasan yang terlalu sering dipakai. *Akhir bahagia itu terasa klise.*
- Pelat cetak dalam percetakan. *Tukang cetak menyimpan klise di lemari.*
- Film negatif dalam fotografi lama. *Klise foto itu sudah rusak.*
Bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| klise | basi; pelat cetak | Dialognya klise. |
| terlalu klise | sangat basi | Alurnya terlalu klise. |
| sangat klise | terlalu sering dipakai | Pidatonya sangat klise. |
| klise-klise | banyak klise | Klise-klise film lama. |
| kata-kata klise | ungkapan basi | Kata-kata klise. |
Klise dalam kalimat
- Judul filmnya terdengar klise tetapi ceritanya menarik.Klise dapat dipakai sebagai kata sifat.
- Penulis itu menghindari kalimat klise dalam pidatonya.Bentuk kalimat klise sangat lazim dalam kritik tulisan.
- Alur kisah cinta itu sudah klise.Menunjukkan bahwa sesuatu terlalu mudah ditebak.
Dari bunyi logam ke ungkapan basi
Kata klise berasal dari bahasa Prancis *clichΓ©*. Pada awalnya, kata itu menunjuk pelat logam yang dipakai untuk mencetak berulang-ulang. Konon namanya meniru bunyi logam cair yang jatuh ke cetakan. Dari gambaran mencetak salinan yang sama, kata ini beralih ke arti ungkapan yang diulang terus. Perpindahan makna itu terasa sangat masuk akal: yang dicetak berulang akhirnya tak lagi terasa baru.
Apakah klise selalu buruk?
Tidak selalu. Klise yang dipakai sengaja, misalnya untuk humor, bisa efektif.
Bagaimana menghindari klise?
Pilih contoh konkret dan perbandingan baru yang berasal dari pengalamanmu sendiri.