Taruh atau letakkan? Memilih kata kerja yang tepat
Taruh adalah kata kerja yang berarti meletakkan sesuatu di suatu tempat; dalam bentuk menaruh dipakai juga untuk perasaan seperti harapan dan curiga.
Setiap hari kita memakai kata taruh tanpa terlalu memikirkannya. Taruh artinya meletakkan sesuatu di suatu tempat, tetapi dalam bahasa tulis ia lebih sering muncul dalam bentuk menaruh. Kata ini memudahkan kita bercerita tentang benda, misalnya buku yang diletakkan di meja. Dalam percakapan, bentuk perintah taruh dipakai tanpa awalan, sedangkan dalam cerita kita memakai menaruh atau ditaruh.
- Meletakkan sesuatu. *Taruh tasmu di sini.*
- Menaruh harapan (kiasan). *Ia menaruh harapan besar pada anaknya.*
- Menyimpan di suatu tempat. *Kunci ditaruh di laci.*
Bentuk kata dan turunan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| taruh | dasar | taruh saja di meja |
| menaruh | meletakkan | menaruh buku |
| ditaruh | diletakkan | ditaruh di rak |
| menaruh curiga | merasa curiga | menaruh curiga pada tamu |
| menaruh hati | jatuh hati | menaruh hati pada seseorang |
Contoh dalam kalimat
- Tolong taruh piring itu di dapur.Bentuk perintah, cocok untuk percakapan sehari-hari.
- Dokumen penting ditaruh di dalam map biru.Bentuk pasif dengan di-.
- Pelatih menaruh kepercayaan pada pemain muda.Pemakaian kiasan untuk perasaan dan sikap.
Menaruh dan padanannya
- Dalam bahasa baku, *meletakkan* sering dipilih untuk menyatakan menaruh benda dengan hati-hati.
- *Menaruh* lebih santai dan lebih umum di percakapan.
- Gabungan *menaruh curiga*, *menaruh harapan*, dan *menaruh hormat* sangat lazim.
- Dalam bentuk pasif, *ditaruh* menjaga nada tetap santai.
Apa bedanya taruh dan letakkan?
Maknanya hampir sama. Taruh lebih santai, letakkan lebih baku dan terasa lebih hati-hati.
Bolehkah memakai taruh dalam tulisan resmi?
Boleh, terutama dalam bentuk menaruh. Namun untuk surat resmi, meletakkan sering lebih cocok.