Kedai: toko kecil dan tempat makan sederhana
Kedai adalah toko kecil atau tempat makan sederhana yang menjual barang atau makanan. Di Malaysia kata ini juga dipakai untuk toko pada umumnya.
Mari bayangkan sebuah ruangan sederhana dengan meja kayu dan aroma kopi. Itulah kedai yang paling dikenal orang. Kedai lebih kecil dan lebih santai daripada toko besar, dan sering terasa seperti tempat bertemu tetangga. Kata ini dekat dengan warung, tetapi nuansanya tidak persis sama.
- Toko kecil yang menjual barang kebutuhan. *Ia membeli gula di kedai sebelah.*
- Tempat menjual makanan dan minuman. *Kami mampir di kedai kopi dekat stasiun.*
- Dalam pemakaian modern, tempat usaha kecil bergaya. *Kedai es krim itu ramai pengunjung.*
Bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| kedai | toko kecil (kata dasar) | Kedai itu buka pagi. |
| kedai kopi | tempat menyajikan kopi | Kedai kopi langganan. |
| kedai makan | tempat makan sederhana | Kedai makan murah. |
| kedai minum | tempat menyajikan minuman | Kedai minum itu ramai. |
| kedai-kedai | banyak kedai | Kedai-kedai di tepi jalan. |
Contoh kalimat
- Pak Hasan membuka kedai kelontong di pinggir jalan.Kedai kelontong menjual kebutuhan harian.
- Kami duduk di kedai itu sambil menunggu hujan reda.Gambaran suasana santai.
- Di kedai ini kopinya disajikan dengan gula aren.Kedai dapat menunjuk tempat usaha bergaya tertentu.
Kedai di Indonesia dan Malaysia
Di Indonesia, kedai biasanya merujuk pada tempat makan, minum, atau toko kecil. Di Malaysia, kedai dipakai lebih luas: *kedai runcit* berarti toko kelontong dan *kedai buku* berarti toko buku, sedangkan di Indonesia orang lebih sering berkata toko buku. Jadi kedai terasa lebih kecil dan hangat di Indonesia, tetapi lebih umum di Malaysia.
Apa bedanya kedai dan warung?
Warung identik dengan usaha rumahan yang sederhana. Kedai bisa sama sederhananya, tetapi kini sering dipakai juga untuk tempat usaha bergaya modern.
Apakah kedai selalu menjual makanan?
Tidak. Kedai juga dapat menjual barang kelontong, buku, atau alat tulis.