Kala: waktu dalam bahasa sastra dan percakapan
Kala berarti waktu atau saat, terutama dalam ragam sastra, dan juga nama kalajengking dalam beberapa bahasa daerah.
Kala adalah kata untuk waktu yang terasa puitis. Ia jarang dipakai di percakapan santai, tetapi muncul di sastra, lagu, dan kalimat narasi yang ingin terdengar anggun. Asalnya dari bahasa Sanskerta *kΔla* yang berarti waktu dan, dalam mitologi, juga dewa waktu.
- Waktu atau saat. *Kala senja tiba, burung pulang ke sarang.*
- Pada saat (kata penghubung). *Kala hujan turun, kami masih di jalan.*
- Tokoh waktu dalam mitologi (Batara Kala). *Dalam pewayangan, Batara Kala digambarkan menakutkan.*
Frasa dan bentuk lain
| Bentuk | Kelas kata | Arti |
|---|---|---|
| kala | nomina | waktu; saat |
| kala itu | frasa | pada waktu itu |
| kadangkala | adverbia | kadang-kadang |
| kala sunyi | frasa | saat sepi |
| kala senja | frasa | saat matahari terbenam |
Contoh kalimat
- Kala itu, aku belum mengenal kota ini.Narasi berbentuk kenangan.
- Kala hujan reda, anak-anak berlari ke halaman.Kala dipakai sebagai kata penghubung.
- Kadangkala ia menyendiri di perpustakaan.Kadangkala ditulis serangkai atau dengan tanda hubung.
Kala, waktu, dan masa
- Waktu adalah kata yang paling umum dan netral.
- Masa menekankan rentang yang panjang, misalnya masa kecil.
- Saat menunjuk titik waktu tertentu.
- Kala lebih puitis dan jarang dipakai dalam tulisan ilmiah atau berita.
- Dalam syair lama, kala sering dipasangkan dengan kata senja atau fajar untuk menciptakan suasana.
- Bentuk kadangkala bisa ditulis serangkai atau memakai tanda hubung, sesuai ejaan baku.
Apakah kala sama dengan waktu?
Maknanya sama, tetapi kala dipakai dalam ragam sastra, sedangkan waktu dipakai di segala ragam.
Apakah kata kala hanya berarti waktu?
Tidak. Di beberapa daerah kala juga menunjuk kalajengking, tetapi arti itu jarang dijumpai dalam bahasa baku.