Hamba: dari pelayan sampai kata ganti diri yang sopan
Hamba berarti budak atau pelayan, dan dalam bahasa klasik juga dipakai sebagai kata ganti orang pertama yang sangat merendah.
Hamba punya dua wajah: sebagai nomina ia berarti pelayan atau budak, sebagai kata ganti ia dipakai orang untuk menyebut dirinya sendiri dengan sangat rendah hati. Kata ini lahir dari dunia kerajaan dan agama, tempat orang menempatkan diri di bawah penguasa atau Tuhan. Sekarang hamba lebih banyak muncul dalam doa, sastra, dan cerita lama.
- Budak atau pelayan (nomina). *Dahulu hamba sahaya tinggal di istana.*
- Kata ganti orang pertama yang merendah (pronomina). *Ampun, Tuanku, hamba mohon diri.*
- Makhluk yang mengabdi kepada Tuhan. *Sebagai hamba Tuhan, kita harus rendah hati.*
Bentuk kata turunan
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| hamba | pelayan; saya (sangat rendah) | Hamba menurut. |
| hamba sahaya | budak belian | Hamba sahaya dibebaskan. |
| menghamba | mengabdi sepenuhnya | Ia menghamba pada uang. |
| memperhambakan | menjadikan hamba | Penjajah memperhambakan rakyat. |
| perhambaan | perbudakan | Perhambaan telah dihapus. |
Contoh dalam kalimat
- Hamba hanya menjalankan perintah Paduka.Ragam klasik; tidak dipakai dalam percakapan modern.
- Jangan menghamba pada kekayaan, nanti hidupmu tidak tenang.Pemakaian kiasan: terlalu mengabdi pada sesuatu.
- Dalam doa itu ia menyebut dirinya hamba yang lemah.Ragam religius yang masih umum.
Kata ganti diri dalam bahasa lama
Dalam bahasa Melayu klasik, orang memilih kata ganti diri menurut siapa yang diajak bicara. Kepada raja, rakyat berkata patik atau hamba, sedangkan kepada teman dipakai aku atau saya. Karena itu hamba menandai jarak kedudukan yang sangat besar. Kata yang dekat artinya adalah budak dan pelayan, tetapi hamba lebih bernada khidmat.
Bolehkah memakai hamba sebagai kata ganti sekarang?
Boleh dalam sastra, drama sejarah, atau doa. Dalam percakapan sehari-hari kata ini terdengar kuno.
Apa beda hamba dan budak?
Hamba lebih halus dan sering religius, sedangkan budak menekankan orang yang dimiliki tuannya.