Buaya: reptil besar dan kiasan-kiasannya
Buaya adalah reptil besar bersisik yang hidup di air tawar atau payau dan memiliki rahang kuat. Kata ini juga muncul dalam ungkapan seperti air mata buaya.
Buaya hidup di sungai, rawa, dan muara di banyak pulau Indonesia. Dalam bahasa sehari-hari, buaya sering dipakai sebagai kiasan untuk sifat licik, jauh melebihi arti harfiahnya sebagai hewan.
- Hewan reptil. *Seekor buaya muncul di tepi sungai.*
- Kiasan untuk orang licik. *Jangan percaya, dia buaya.*
- Bentuk mirip buaya. *Mainan buaya dari kayu.*
Bentuk kata
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| buaya | reptil besar | Buaya berenang. |
| buaya darat | lelaki yang tidak setia | Ungkapan kiasan. |
| air mata buaya | tangis pura-pura | Itu air mata buaya. |
| buaya putih | jenis buaya berwarna pucat | Cerita rakyat. |
| buaya muara | jenis buaya air payau | Buaya muara besar. |
Contoh dalam kalimat
- Buaya itu bersembunyi di bawah akar bakau.Pemakaian harfiah dalam bahasa baku.
- Tangisnya hanya air mata buaya.Ungkapan kiasan, bernada kritik.
- Hati-hati, ada buaya di sungai ini.Peringatan sehari-hari.
Buaya dan hewan sekerabat
- Buaya vs kadal. Keduanya reptil, tetapi buaya jauh lebih besar; bandingkan dengan kadal.
- Buaya vs ular. Buaya berkaki empat, ular tidak berkaki.
- Ungkapan. Lihat juga darat pada *buaya darat*, kiasan bagi orang yang pandai merayu tetapi tidak setia.
Di Indonesia, beberapa jenis buaya dilindungi oleh undang-undang karena populasinya menurun akibat berkurangnya habitat. Buaya muara, misalnya, bisa mencapai panjang lebih dari lima meter dan terkenal sebagai pemangsa yang sabar menunggu mangsa di tepi air.
Mengapa disebut air mata buaya?
Ungkapan ini berasal dari anggapan lama bahwa buaya menangis ketika memangsa, sehingga dipakai untuk tangis yang tidak tulus.
Apakah buaya hanya hidup di laut?
Tidak. Banyak jenis hidup di air tawar atau payau, dan ada pula yang menyukai muara.