Duga: menyangka tanpa bukti yang pasti

Duga berarti menyangka atau memperkirakan sesuatu tanpa bukti yang pasti. Dari kata ini lahir menduga, dugaan, dan diduga.

Duga adalah kata dasar untuk perkiraan yang belum pasti. Dalam berita, bentuk diduga sangat penting karena menandakan bahwa suatu hal masih berupa perkiraan, bukan fakta yang terbukti. Duga mirip tebak, tetapi duga lebih berhati-hati dan bernada resmi.

Bentuk kata dan turunan

BentukPembentukanArti
dugakata dasarmenyangka
mendugame- + dugamemperkirakan
dugaanduga + -anperkiraan
didugadi- + dugadianggap mungkin
terdugater- + dugaorang yang disangka

Contoh dalam kalimat

Diduga dan asas praduga tak bersalah

Dalam laporan hukum, wartawan memakai *diduga* untuk menjaga asas praduga tak bersalah. Artinya, seseorang tidak dianggap bersalah sebelum pengadilan memutuskan. Karena itu, *diduga mencuri* bukan berarti *mencuri*. Bahasa memberi ruang bagi kehati-hatian. Anak-anak pun bisa belajar dari sini bahwa kata yang kita pilih memengaruhi cara orang lain memandang suatu peristiwa. Ingat juga bahwa *menduga* tidak sama dengan *menuduh*, karena menuduh langsung menyalahkan.

Apa beda menduga dan menuduh?

Menduga berarti memperkirakan tanpa kepastian, sedangkan menuduh berarti menyalahkan seseorang.

Mengapa berita memakai kata diduga?

Untuk menandai bahwa hal itu belum terbukti dan menghormati asas praduga tak bersalah.

Sumber

WhatsAppXTelegramFacebook

Kata 4 huruf lainnya