Alur dalam cerita dan sungai: dua dunia, satu kata
Alur adalah rangkaian peristiwa dalam cerita, atau juga parit sempit dan jalur sempit yang dilalui air dan kapal.
Ketika guru bertanya tentang alur sebuah novel, ia menanyakan urutan peristiwanya. Kata ini sama-sama dipakai untuk jalan air di sungai dan untuk jalan cerita di buku. Dua makna itu bertemu pada gagasan yang sama, yaitu lintasan yang diikuti.
- Jalan cerita. *Alur film itu mudah diikuti.*
- Jalur sempit untuk air atau kapal. *Kapal menyusuri alur pelayaran.*
- Lekuk panjang pada permukaan. *Alur-alur kecil terbentuk di tanah setelah hujan.*
Bentuk kata dan gabungannya
| Bentuk | Arti | Contoh |
|---|---|---|
| alur cerita | urutan peristiwa | alur novel |
| alur maju | kisah berurutan waktu | dari kecil ke dewasa |
| alur mundur | kisah dari masa lalu | kilas balik |
| alur pelayaran | jalur kapal | alur pelabuhan |
| beralur | punya lekukan | papan beralur |
Contoh dalam kalimat
- Alur cerita itu berpindah antara dua kota.Istilah sastra yang diajarkan di sekolah.
- Kapal tidak boleh keluar dari alur pelayaran.Pemakaian teknis di bidang pelayaran.
- Kerutan beralur muncul di wajahnya.Pemakaian sastrawi untuk lekukan.
Alur, latar, dan tokoh
Dalam pelajaran bahasa, alur adalah satu dari unsur cerita bersama tokoh dan latar. Tokoh adalah pelakunya, latar adalah tempat dan waktunya, sedangkan alur adalah urutan kejadiannya. Alur disebut maju bila cerita berjalan dari awal ke akhir, mundur bila kisah dimulai dari peristiwa lampau, dan campuran bila keduanya muncul bergantian.
Apa bedanya alur dan plot?
Dalam pelajaran sastra Indonesia keduanya hampir sama. Plot adalah kata asing, alur padanan bakunya.
Apakah alur hanya untuk cerita?
Tidak. Alur juga dipakai untuk jalur sempit air dan kapal.